Menurutnya, momen tersebut adalah waktu yang tepat untuk meraup rezeki selama bulan puasa. Diakui Ashar dalam sehari dapat meraup keuntungan yang cukup menjanjikan ketimbang menjual buah seperti biasanya. “Kalau jualan seperti ini kan musiman aja, saya juga baru jualan petasan, sebelumnya jual buah. Modal awal saya Rp10 juta, memang sekarang belum kembali modal tapi keuntungan sehari, Alhamdulillah lumayan,” ujarnya, Kamis (1/6) siang.
Petasan yang dijualnya pun beragam mulai dari harga Rp5 ribu hingga Rp100 ribu. Namun, untuk saat ini peminatnya mayoritas anak-anak. Disinggung mengenai bahaya petasan terlebih jika dimainkan anak-anak, dia menyebut sudah mengantongi izin. “Saya juga tidak menjual petasan yang berbahaya, ini petasan yang aman. Kami juga para penjual di sini sudah punya surat izin, yang penting tidak melanggar aturan,” pungkasnya.
Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Kutim M Arif Yulianto mengaku tidak pernah mengeluarkan izin menjual petasan. “Karena sesuai dengan edaran bupati, petasan atau kembang api dilarang. Namun, dari informasi ini kami akan tindaklanjuti secepatnya, dari mana para pedagang itu mendapatkan izin,” katanya. (yul1116)