Minggu, 27/09/2026

Pemkab Salurkan 1,76 Ton Beras untuk Petani di Kampung Semurut

Minggu, 27/09/2026

Penyaluran bantuan CPPD berupa beras kepada petani terdampak gagal panen di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar. (Foto: Istimewa)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pemkab Salurkan 1,76 Ton Beras untuk Petani di Kampung Semurut

Minggu, 27/09/2026

logo

Penyaluran bantuan CPPD berupa beras kepada petani terdampak gagal panen di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar. (Foto: Istimewa)

TANJUNG REDEB  Gagal panen akibat kemarau panjang tidak hanya berdampak pada berkurangnya hasil pertanian. Bagi petani, kondisi tersebut juga dapat mengganggu ketersediaan pangan hingga menghambat persiapan musim tanam berikutnya.

Situasi itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pangan dengan menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada petani terdampak di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar.

Sebanyak 1,76 ton atau 1.760 kilogram beras diberikan kepada 88 kepala keluarga (KK) petani. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus memberi ruang bagi petani untuk kembali mempersiapkan keberlanjutan usaha taninya.

Kampung Semurut menjadi satu-satunya wilayah di Kabupaten Berau yang mengajukan permohonan resmi bantuan CPPD bagi petani terdampak gagal panen tahun ini. Kekeringan akibat kemarau ekstrem menyebabkan puluhan hektare lahan pertanian di wilayah tersebut mengalami gagal panen atau puso.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan bantuan CPPD tidak hanya dimaksudkan untuk mengatasi kebutuhan pangan dalam kondisi darurat. Menurutnya, bantuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan mata pencaharian petani setelah mengalami kerugian akibat gagal panen.

“Gagal panen membuat cadangan beras dan benih ikut hilang,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri karena sebagian petani biasanya menyisihkan hasil panen untuk digunakan sebagai benih pada musim tanam berikutnya. Ketika tanaman mengalami puso, cadangan itu tidak tersedia sehingga petani harus kembali membeli bibit.

“Kalau gagal panen, mereka harus membeli bibit lagi,” jelasnya.

Sebelum bantuan disalurkan, Dinas Pangan Berau melakukan verifikasi faktual di lapangan untuk memastikan kondisi serta kelayakan calon penerima. Penyaluran dilakukan setelah data penerima memenuhi kriteria dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Berau.

Tenteram menjelaskan, penanganan petani terdampak gagal panen memiliki mekanisme berbeda dengan bantuan sosial kebencanaan yang umumnya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan logistik darurat. Bantuan CPPD diarahkan untuk membantu petani melewati tekanan pangan sekaligus menjaga agar siklus produksi tidak terhenti.

Dengan dukungan tersebut, petani di Kampung Semurut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga sembari kembali menyiapkan lahan menghadapi musim tanam berikutnya. “Harapannya, usaha tani mereka tetap berlanjut,” pungkasnya. (*)

Pemkab Salurkan 1,76 Ton Beras untuk Petani di Kampung Semurut

Minggu, 27/09/2026

Penyaluran bantuan CPPD berupa beras kepada petani terdampak gagal panen di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar. (Foto: Istimewa)

Share

Berita Terkait