Syahbandar Tantang Balik Pemkab Berau


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     3 hari yang lalu     48 kali
img PETI KEMAS- Tarif peti kemas di Berau sudah turun tapi tidak dengan harga barang.

TANJUNG REDEB- Pihak Kesyahbandaran Berau bersama dengan pengusaha peti Kemas, menantang balik Pemkab Berau untuk bisa menurunkan harga barang. Sebab, pada tahun 2017 lalu, syahbandar bersama pengelola peti kemas ditantang untuk bisa menurunkan tarif bongkar muat peti kemas dari harga awal Rp17,5 Juta, turun menjadi Rp12,5 juta. 

Hal itu bisa terealisasi dalam dua bulan dari hasil kesepakatan bersama antara Pemkab, DPRD Berau dan pengusaha peti kemas. Namun, di dalam perjalananya, harga peti kemas turun tak sejalan dengan harga jual barang di Berau yang tetap saja tinggi.

“Saya menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Berau pada tahun 2017 dan ditantang bisa menurunkan tarif peti kemas dan bisa kami lakukan. Saat ini, kami juga menantang Pemkab Berau untuk segera mungkin menurunkan harga barang di Berau,”terang Kepala Bagian Fasilitas Pelabuhan Syahbandar Berau, Abdurahman kepada Koran Kaltim, Senin (16/4) di ruang kerjanya.

Tantangan ini, kata dia, bukan untuk menunjukan siapa yang lebih hebat. Namun, untuk memastikan apa penyebab keluhan tingginya harga barang.

”Kami tidak ingin ketika harga jual mahal yang dikatakan penyebab harga jual mahal karena tarif bongkar muat yang mahal. Saat ini tarif  sudah turun, seharusnya sejak awal tahun 2018 ini harga barang juga bisa turun. Namun, hingga hari ini keluhan harga barang tetap saja mahal,”tegasnya.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Fery Kombong yang ditemui media ini diruang kerjanya menegaskan, tantangan balik dari pihak kesyahbandaran didukung oleh DPRD khususnya Komisi II. 

Sebab, Pemkab Berau harus bisa sadar diri. “Awalnya janji para pedagang meminta waktu selama tiga bulan untuk menghabiskan stok barang yang ada. Akan tetapi, sudah hampir lima bulan berjalan, harga tetap saja dan ini harus ada tindakan tegas dari Pemkab agar bisa segera mengatasi. Kami disini hanya sebagai kontrol saja, akan tetapi jika tidak juga ada tindakan nyata yang dilakukan, maka kami juga akan turun ke lapangan mengecek dan memanggil pihak-pihak terkait seperti instansi serta para agen,”pungkasnya. (ind)

berita TERKAIT


baca LAINNYA