Bontang Darurat “Oplosan”


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     3 hari yang lalu     59 kali
img DIamankan: Petugas mengamankan sejumlah remaja sedang mabuk aldo di Bontang. (Foto: Olis/kk)

BONTANG – Hampir tiap hari petugas Babinkamtibmas selalu saja menemukan anak-anak usia remaja sedang asik melakukan aktifitas negatif, seperti mabuk-mabukan dengan mengenggak miras oplosan, ngoteng atau meminum obat batuk cair yang dicampur dengan minuman enamba stamina, menghirup aroma lem alias ngelem dan minum alkonhol obat luar atau disebut aldo.

Pemandangan ini hampir dilihat tiap hari, khususnya pada malam Sabtu dan malam Minggu, atau malam hari-hari libur, di Lapangan Kampung Baru, pelabuhan, Tanjung Laut Indah, bangunan-bangunan tak terpakai seperti Panti Jompo Jalan Bête-bete 2, Kelurahan Tanjung Laut. 

Hal inilah yang membuat beberapa Kepala Bhabinkamtibmas di wilayah Bontang Selatan, menyebut jika Bontang sudah darurat ‘oplosan’. “Bontang sudah darurat oplosan,” ujar Bhabinkamtibmas Berbas Tengah Bripka Rudi Antoro, Kecamatan Bontang Selatan, yang diamini Kepala Bhabinkamtibmas Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Aipda Mulyono Prayitno.

Ya, Sabtu (13/4) malam lalu, Bhabinkamtibmas Tanjung Laut Indah kembali mendapati tiga anak perempuan yang masih duduk di bangku SMA swasta di Bontang sedang ngoteng. Padahal, ketiga anak tersebut mengaku izin keluar rumah hendak menghadiri acara Isra’ Mikraj. 

Sementara di Bontang Kuala juga ditemukan empat orang anak sedang ngelem, dan langsung diamankan oleh petugas Satpol PP yang kebetulan sedang patroli di wilayah tersebut. Sedangkan di Kelurahan Tanjung Laut, juga ditemukan gerombolan anak sebanyak 6 orang sedang asik dengan ramuan aldo.

Bhabinkamtibmas Berbas Tengah Rudi Antoro mengatakan, pada malam Sabtu di wilayah lembah ujung Berbas, juga ditemukan anak-anak ngoplos obat. “Mereka itu anak-anak dari Kanaan, Guntung, Tanjung Laut dan Api-api juga Berbas,” kata Rudi Antoro.

Dan besok malamnya, juga ditemukan di wilayah Tanjung Laut Indah dan Berbas sebanyak dua anak. Anak-anak ini diamankan FKPM Tanjung Laut dan Berbas Tengah serta Berbas Pantai dan turut serta Lurah Tanjung Laut Indah.

“Pada malam minggu kami menangkap di 6 TKP, 3 cewek dan 3 cowok, yang 3 cewek sebagai peracik komik dicampur kartingdaeng,” ujarnya.

Menurut Rudi, remaja yang diamankan ini dibawa ke Kelurahan Tanjung Laut Indah. Parahnya, salah satu dari tiga cowok tersebut, malam Sabtunya sempat ditangkap, dan malam Minggunya ketangkap lagi. “Ini sudah darurat oplosan, pemerintah harus segera turun tangan, harus dibuatkan Perda terkait masalah oplosan ini, seperti di daerah Banjar. Jangan sampai terjadi kejadian fatal yaitu meninggal secara massal seperti di daerah Jawa.” tandas Rudi.

Menurutnya, percuma dilakukan pembinaan sesaat, karena besoknya anak tersebut kembali melakukannya. “Kami hanya bisa lakukan aktifitas pembinaan, menyuruh mereka olahraga saat ketangkap, dan pernah juga lakukan siraman rohani, tapi selalu saja diulangi oleh mereka,” pungkasnya. (cil)

berita TERKAIT


baca LAINNYA