Embung Diharap Masuk Program 2018


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     86 kali

SANGATTA – Setelah sekian lama, akhirnya baru di akhir tahun 2017 lalu Desa Rantau Pulung mendapat bantuan pembangunan dam parit dari Provinsi Kaltim. Dam parit yang berfungsi pengatur debit air ini, bisa dikolaborasikan dengan embung yang bertugas menampung air. Para kelompok tani berharap hal semacam ini dapat menjadi program Pemkab Kutim di tahun 2018.

Bangunan beton di jalur persawah itu sangat membantu petani untuk mengatur aliran air ke petak sawah. Sayangnya, disaat musim penghujan dimana air berlimpah, tidak ada tempat untuk menampungnya sehingga air pun terbuang percuma.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Sumunaringtias Peratiwi mengatakan, dam parit yang berada di Desa Mukti Jaya airnya bersumber dari danau. Aliran airnya melalui irigasi tersier sepanjang 115 meter. Air dimanfaatkan untuk kurang lebih untuk 66 hektar sawah. “Jika ada penambah irigasi tersier, maka bisa banyak lagi lahan yang teraliri. Debit air diatur untuk sawah di SP 3 dan SP 4,” tuturnya, belum lama ini.

Setelah melihat pengunaannya belum lama ini, lanjutm Peratiwi, akan lebih maksimal jika ditambah embung. Sehingga air yang melimpah di musim penghujan bisa ditampung. Tidak terbuang percuma melewati dam parit. “Semoga pembangunan dapat terlaksana di tahun ini,” harapnya

Sebagai persediaan air di saat kemarau dan bisa jadi kolam pemeliharaan ikan, perubahaan iklim mengakibatkan banjir dan kekeringan. Kondisi ini menyebabkan resiko usaha pertanian semakin meningkat dan sulit diprediksi oleh petani. Membangun sistem irigasi seperti dam parit dan embung tentu berguna.  Disamping itu, Ketua Kelompok Tani Wahan Sri Rezeki Suprianto mengatakan, masyarakat terbantu dengan dam parit itu. Petani bisa ngatur pengairan kesawah, jika tidak maka sawah bisa tergenang. “Adanya dibangun embug dapat penambahan irigasi sekitar 700 meter baik beton maupun kayu ulin,”jelasnya.

Sementara ini Dam parit yang telah terbangun di Desa Mukti Jaya Eks Desa Masalap Raya berukuran 8x4 meter dan kedalamnya 2 meter. Sedangkan untuk embung dibutuhkan ukuran 20x30 m dengan kedalaman 3 meter.

Camat Rantau Pulung Mulyono menegaskan pemerintah kecamatan memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut, jika memang untuk kepentingan orang banyak. “Kita akan dukung, apa lagi untuk kebutuhan orang banyak,” ujarnya. 

Dia jua mengingatkan agar pemerintah desa serta kontraktor dapat melaporkan jika ada kegiatan pembangunan di wilayahnya, agar pemerintah daerah dapat mengevaluasi program kedepan atau membuat program lanjutan. “Desa ada yang lapor. Ada juga proyek yang tidak diketahui,” terangnya.(yul1116).


baca LAINNYA