Itu karena nantinya akan hadir pesawat bernama Boom Supersonic Overture, pesawat super cepat yang nantinya diklaim bisa jadi pesawat tercepat di dunia, saat ini sedang dirancang untuk menempuh perjalanan dari dua kota di dua negara tersebut namun di masa mendatang bisa membuat rute ke negara lain.
Boom Supersonic sudah mengeluarkan video pendek cuplikan desain terbaru untuk pesawat Overture mereka, yang akan diluncurkan pada tahun 2025, dengan pembuatan dilakukan mulai tahun 2024, namun baru di tahun 2029 bisa dinaiki penumpang di dalamnya.
Dilansir dari laman Dailymirror.co.uk Minggu (24/7/2022) hari ini, Boom Supersonic digadang bisa mengangkut 65 hingga 80 penumpang dengan aspek kebisingan yang sangat rendah.
Apa yang membedakan penerbangan supersonik dari penerbangan reguler? "Pesawat supersonik terbang lebih tinggi dari pesawat yang ada, melaju hingga 60 ribu kaki. Pada ketinggian itu pesawat terbang di atas sebagian besar turbulensi, memungkinkan perjalanan yang lebih mulus daripada di pesawat sub sonik. Mereka yang ada didalam pesawat bisa melihat ke luar jendela dimana hanya ada kegelapan dan lengkungan Bumi di bawah," ujar pihak perusahaan penerbangan yang merancang pesawat tersebut. "Penumpang tidak akan mendengar atau merasakan apa pun karena ada penghalang suara dan tingkat kebisingan pesawat yang sangat minim," imbuh mereka.
Pesawat ini menggunakan desain cerdas termasuk empat mesin yang dipasang di sayap dan ada tambahan sayap camar yang secara khusus dibuat untuk meningkatkan kinerja supersonik.
Suara menderu keras yang biasanya terdengar saat pesawat lepas landas tidak aka nada karena perusahaan mengklaim pesawat supersoniknya akan memiliki sistem pengurangan kebisingan otomatis pertama di dunia, yang nantinya akan membuat penumpang lebih merasa nyaman.
Perusahaan saat ini sedang membangun Iron Bird, fasilitas pengujian seluas 70,000 kaki persegi di Colorado, AS, yang akan berfungsi sebagai rumah bagi model pengujian skala penuh pertama pesawat ini serta simulator dek penerbangan.
Tujuannya adalah untuk menyiapkan semuanya pada tahun 2026, ketika penerbangan pertama diharapkan sudah bisa berlangsung.
Editor: Aspian Nur