Ya, di Seoul, ibu kota negara tersebut, saat ini sedang merancang sebuah kota bertajuk 10 menit, dimana hanya dalam berjalan kaki dalam waktu tersebut semua yang diinginkan bisa dijangkau.
Proyek pembangunan kota yang diberi nama H1 di Seoul itu akan berdiri di atas lahan seluas 504 ribu meter persegi atau setara dengan 5,4 juta kaki persegi, berbasis di dekat pegunungan dan jangan berharap bisa melihat mobil di kawasan itu nantinya karena akan no car everydays alias tidak ada mobil setiap hari.
Miniatur kota metropolis yang terdiri dari gedung apartemen bertingkat sebanyak delapan unit ini memiliki jalanan luas dan alam terbuka, terdiri dari perumahan, taman, hotel, bioskop, perpustakaan dan perkantoran.
Fasilitas kesehatan seperti lintasan lari, panjat tebing dan kolam renang serta layanan kesehatan juga akan berada di dalamnya yang semuanya bisa ditempuh dengan hanya berjalan kaki.
Smart city ini juga akan memiliki mal dilengkapi dengan pusat komunitas dan taman kanak-kanak. Ruang untuk berkumpul dan berdiskusi tersebar di beberapa titik di kawasan kota pintar ini selain juga ada wadah untuk kegiatan komersial, pendidikan dan budaya.
Warga di kota baru ini akan mendapatkan kesempatan untuk tinggal di apartemen yang fleksibel dengan berbagai ukuran dan kisaran harga. Setiap apartemen akan memiliki balkon dengan ruang untuk pot dan kebun yang mana penghuni apartemen juga bisa menanam tumbuhan dan tanaman mereka sendiri.
Tata ruang kota ini dibuat dengan tujuan “memerangi kesepian”, menggabungkan ruang bersama dan fasilitas bersama di setiap lantai.
Perkantoran di Proyek H1 akan ditempatkan di Town Plaza, yang akan menampilkan 'balkon langit' dan teras atap, hal mana yang membuat karyawan bisa merasa nyaman karena desain tempat kerja menggabungkan fitur rumah, hotel dan kantor.
Adalah pengembangan perumahan Hyundai dan arsitektur asal Belanda Unstudio yang merancang semua kawasan yang dibangun di lokasi industri lama.
Dalam maket proyek pembangunan terlihat seorang warga berlari diantara trek lintasan dalam ruangan yang dibangun dengan menghadap ke kolam renang. Gambar lain memperlihatkan beberapa orang melihat ke bawah ke kota yang padat, dengan pepohonan dan ruang hijau yang membatasi jalan setapak di antara gedung-gedung.
Pembangunan kota ini akan terhubung ke Seoul melalui stasiun bawah tanah, dan penduduk bisa berjalan dan bersepeda di kota ramah pejalan kaki.
Kota ini jadi kawasan bebas mobil, penduduk akan dapat memarkir kendaraan mereka di tempat parkir bawah tanah.
“Untuk masterplan H1 kami bertujuan menciptakan kota 10 menit kontemporer terbaik, di mana pengalaman hidup sehari-hari penduduk adalah prioritas utama,” kata perwakilan Unstudio Ben van Berkel dilansir dari laman Dailymail.co.uk Minggu (19/12/2021) hari ini.
Proyek ini sendiri masih dalam tahap prosedur perencanaan, tanpa tanggal yang ditetapkan untuk peletakan batu pertama.
“Kami mendesain semua untuk membangkitkan semangat masyarakat, bagaimana mereka dapat menghabiskan waktu hidup, bekerja dan waktu luang mereka sekaligus menghemat waktu yang mereka butuhkan untuk bepergian ke tempat lain di kota karena dengan waktu yang dihemat lebih banyak hal lain bisa dilakukan,” imbuhnya.
Sejatinya konsep pembangunan ini bukan yang pertama karena seorang ilmuwan Prancis-Kolombia Carlos Moreno pernah muncul dengan ide untuk membuat 'Kota 15-Menit' pada tahun 2016 silam.
Editor: Aspian Nur