Aspek kunci dari pertandingan ini adalah semua robot yang berpartisipasi beroperasi sepenuhnya otonom menggunakan strategi yang didorong oleh kecerdasan buatan tanpa campur tangan atau pengawasan manusia.
Dilengkapi dengan sensor visual canggih, robot-robot tersebut mampu mengidentifikasi bola dan bergerak di lapangan dengan lincah.
Mereka juga dirancang untuk dapat berdiri sendiri setelah terjatuh. Namun saat pertandingan beberapa diantaranya harus diangkat dari lapangan dengan tandu oleh staf karena cedera, menambah kesan realistis dari pertandingan ini.
China meningkatkan upaya untuk mengembangkan robot humanoid bertenaga AI, menggunakan kompetisi olahraga seperti maraton, tinju dan sepak bola sebagai arena uji coba dunia nyata.
Cheng Hao pendiri dan CEO Booster Robotics, perusahaan yang menyediakan robot pemain, mengatakan kompetisi olahraga menawarkan lingkungan uji coba yang ideal untuk robot humanoid, membantu mempercepat pengembangan algoritma dan sistem perangkat keras-perangkat lunak terintegrasi. Dia juga menekankan keselamatan sebagai perhatian utama dalam penerapan robot humanoid.
“Di masa depan, semua mungkin akan mengatur agar robot bermain sepak bola bersama manusia. Itu berarti kita harus memastikan robot sepenuhnya aman,” kata Cheng melansir dari laman apnews.com Senin (30/6/2025) hari ini. “Misalnya, robot dan manusia dapat bermain dalam pertandingan dimana kemenangan tidak penting, tetapi interaksi serangan dan pertahanan yang nyata terjadi. Hal itu akan membantu penonton membangun kepercayaan dan memahami robot aman,” ungkapnya
Booster Robotics menyediakan perangkat keras untuk keempat tim robot tersebut, sementara tim riset masing-masing sekolah mengembangkan dan mengintegrasikan algoritma mereka sendiri untuk persepsi, pengambilan keputusan, formasi pemain dan strategi passing—termasuk variabel seperti kecepatan, kekuatan dan arah.
Dalam pertandingan final, tim THU Robotics dari Universitas Tsinghua mengalahkan tim Mountain Sea dari Universitas Pertanian China dengan skor 5–3 untuk meraih gelar juara.
Tim sepak bola pria China hanya pernah sekali tampil di Piala Dunia dan sudah tersingkir dari Grup C pada kompetisi tahun depan yang akan berlangsung di Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat.
Editor: Aspian Nur