Sebelum meluncurkan Artemis III, NASA sudah memilih instrumen sains pertama yang dirancang untuk digunakan para astronot saat berada di planet yang memancarkan cahaya terang ke bumi saat malam hari tersebut.
Artemis III merupakan misi pertama yang membawa astronot ke permukaan Bulan dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun. Misi ini akan menjelajahi wilayah Kutub Selatan Bulan dalam jarak 6 derajat lintang dari Kutub Selatan.
Ada tiga alat yang akan digunakan para astronot dalam misi terobosan ini dan sudah dipublikasi oleh NASA. Alat pertama adalah Lunar Environment Monitoring Station (LEMS) atau Stasiun Pemantau Lingkungan Bulan. Alat ini terdiri dari rangkaian seismometer kecil yang akan terus mengukur gerakan dari gempa bulan.
Diawasi oleh Mehdi Benna dari University of Maryland, LEMS bekerja secara otonom untuk mempelajari kerak dan mantel Bulan dan diharapkan dapat mengumpulkan data secara terus menerus selama tiga bulan hingga dua tahun.
Berikutnya adalah Lunar Effects on Agricultural Flora atau LEAF yang akan meneliti efek permukaan Bulan terhadap tanaman luar angkasa.
“LEAF akan menjadi alat pertama yang mempelajari fotosintesis tanaman, pertumbuhan dan stres sistemik di lingkungan radiasi luar angkasa,” jelas NASA dilansir dari Thesun.co.uk Kamis (28/3/2024) hari ini.
Eksperimen inovatif ini dipimpin oleh Christine Escobar dari Space Lab Technologies di Boulder, Colorado.
Terakhir adalah Lunar Dielectric Analyzer (LDA), yang akan mengukur kemampuan regolith untuk merambatkan medan listrik. Regolith adalah wilayah batuan lepas dan debu yang berada di atas lapisan batuan dasar.
“Menganalisis regolith Bulan adalah parameter kunci dalam pencarian volatil bulan, terutama es,” jelas NASA.
Setelah alat dipasang di dekat Kutub Selatan Bulan, ketiga instrumen tersebut akan mengumpulkan data ilmiah yang berharga tentang lingkungan Bulan.
Instrumen-instrumen tersebut juga akan membantu para ilmuwan menganalisis interior Bulan, dan memajukan tujuan untuk suatu hari nanti membangun kehadiran manusia di Bulan.
Semua itu akan membantu NASA untuk suatu hari nanti, semoga tidak lama lagi mengirim astronot ke Mars. "Artemis menandai era baru eksplorasi yang berani, di mana kehadiran manusia memperkuat penemuan ilmiah," kata Wakil Administrator Nasa Pam Melroy.
"Dengan instrumen-instrumen inovatif yang ditempatkan di permukaan Bulan kami memulai perjalanan transformatif yang akan memulai kemampuan untuk melakukan kerja sama antara manusia dan mesin - sebuah cara yang sama sekali baru dalam melakukan ilmu pengetahuan," tambahnya.
"Ketiga instrumen yang dikerahkan ini dipilih untuk memulai investigasi ilmiah yang akan menjawab tujuan-tujuan utama sains Bulan dan Mars,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur