Jika berhasil, India akan menjadi negara pertama yang melakukan pendaratan lunak terkendali di dekat kutub selatan. India juga akan menjadi negara keempat yang berhasil melakukan pendaratan lunak di Bulan setelah Amerika Serikat, bekas Uni Soviet, dan Cina.
Setelah mengorbit Bumi selama sekitar 10 hari, wahana ini dikirim ke orbit translunar hari Selasa pekan lalu dan berhasil masuk ke orbit Bulan empat hari setelahnya.
Indian Space Research Agency (Isro) atau Badan Penelitian Antariksa India mengatakan semua pemeriksaan menunjukkan Chandrayaan-3 dalam keadaan "sehat".
"Ini adalah ketiga kalinya secara berturut-turut Isro berhasil menyuntikkan pesawat ruang angkasa ke orbit bulan," kata Isro.
Para ilmuwan mengatakan bahwa Chandrayaan-3, yang merupakan wahana ketiga dalam program eksplorasi Bulan India, diharapkan dapat melanjutkan kesuksesan misi-misi Bulan sebelumnya.
Misi ini dilakukan 13 tahun setelah misi Bulan pertama negara ini pada tahun 2008, yang menemukan keberadaan molekul air di permukaan Bulan yang kering dan membuktikan Bulan memiliki atmosfer pada siang hari.
Chandrayaan-2 - yang juga terdiri dari pengorbit, pendarat dan penjelajah diluncurkan pada Juli 2019, tetapi hanya sebagian yang berhasil. Pengorbitnya terus mengitari dan mempelajari Bulan hingga saat ini, tapi pendarat-penjelajahnya gagal melakukan pendaratan lunak dan jatuh saat mendarat.
Kepala Isro Sreedhara Panicker Somanath, mengatakan badan antariksa India ini telah mempelajari data dari kecelakaannya dan melakukan latihan simulasi untuk memperbaiki gangguan pada Chandrayaan-3, yang berbobot 3.900 kg dan menelan biaya sebesar 6,1 miliar rupee ($75 juta; £58 juta).
Pendarat ini (dinamakan Vikram, yang diambil dari nama pendiri Isro) memiliki berat sekitar 1,500 kg dan membawa rover seberat 26 kg yang diberi nama Pragyaan, yang berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti kebijaksanaan.
Setelah wahana ini memasuki orbit Bulan, para ilmuwan akan mulai mengurangi kecepatan roket secara bertahap untuk membawanya ke titik yang memungkinkan pendaratan lunak bagi Vikram.
"Serangkaian manuver telah direncanakan untuk secara bertahap mengurangi orbit wahana antariksa dan memposisikannya di atas kutub Bulan," kata Isro.
"Setelah beberapa manuver, modul pendorong akan terpisah dari pendarat saat berada di orbit. Kemudian serangkaian manuver pengereman yang rumit akan dilakukan untuk memfasilitasi pendaratan lunak di wilayah Kutub Selatan Bulan pada 23 Agustus," tambahnya. Setelah mendarat, rover beroda enam ini akan meluncur keluar dan menjelajahi bebatuan dan kawah-kawah di permukaan Bulan, mengumpulkan data dan gambar yang sangat penting untuk kemudian dikirim kembali ke Bumi untuk dianalisis.
"Wahana ini membawa lima instrumen yang akan fokus untuk mencari tahu karakteristik fisik permukaan Bulan, atmosfer yang dekat dengan permukaan, dan aktivitas tektonik untuk mempelajari apa yang terjadi di bawah permukaan. Saya berharap kami akan menemukan sesuatu yang baru," kata Somanath.
Kutub selatan Bulan sebagian besar masih belum dijelajahi yang mana area permukaan yang tetap dalam bayangan disana jauh lebih besar daripada kutub utara Bulan dan para ilmuwan mengatakan itu berarti ada kemungkinan air di daerah yang dibayangi secara permanen.
Editor: Aspian Nur