Electrum rupanya telah mendaftarkan desain motor tersebut pada 19 Juni 2023 dengan Nomor Permohonan DI : A00202302429 dan pemohon industri bernama PT Energi Kreasi Bersama. Perusahaan pemohon gambar paten ini diketahui beralamat di Treasury Tower Lantai 33, District 8, SCBD Lot 28, Jalan Jenderal Sudirman Kaveling 52-53 Indonesia.
Sementara itu, motor ini kabarnya dirancang oleh desainer lokal asal Indonesia bernama Muhammad Rayhan Arifinsyah. Melihat tampilannya, motor listrik ini mirip dengan prototipe yang sempat redaksi Kompas.com temui pada groundbreaking pabrik Electrum yang berlokasi di Cikarang Jawa Barat.
Munculnya gambar paten ini menjadi indikasi bahwa Electrum bakal memasarkan motor listrik yang berbeda, dengan model yang selama ini dipakai sebagai armada Gojek. Managing Director Electrum Patrick Adhiatmaja, mengatakan, sebelum melakukan produksi lokal, perusahaan bakal melakukan impor sebanyak 3.000 unit-5.000 unit untuk peluncuran pertama pada tahun ini.
“Jadi kita akan mulai dengan produk CBU, kita akan luncurkan kurang lebih sebelum akhir tahun ini. Tahun depan mudah-mudahan barangnya sudah di sini,” ujar Patrick beberapa hari lalu.
Sebagai informasi, pabrik Electrum akan dibangun di lahan seluas 3 hektare. Kapasitas produksinya ditarget mencapai 250 ribu unit per line pada tahap awal. Pabrik tersebut juga akan dilengkapi dengan laboratorium pengujian kualitas, pusat penelitian dan pengembangan, dan trek pengujian. Perihal baterai, kabarnya motor listrik Electrum masih bakal mengusung produk dari Korea Selatan. Meski begitu, nantinya perusahaan bakal menggunakan baterai produksi lokal dari Indonesia Battery Corporation (IBC).
Editor: Maruly Zainuddin