Kenaikan ini terjadi di tengah pemulihan yang lebih luas untuk saham perusahaan, karena beberapa investor percaya pada kampanye kepala eksekutif Mark Zuckerberg untuk memangkas biaya dan memfokuskan kembali raksasa teknologi ini.
Mark sudah mendeklarasikan kalau tahun 2023 ini sebagai tahun efisiensi dengan mengumumkan ribuan pemutusan hubungan kerja dalam beberapa bulan terakhir.
Langkah-langkah ini dilakukan setelah perusahaan berjuang dengan penurunan pendapatan tahun lalu dalam menghadapi persaingan yang meningkat dari TikTok, perubahan privasi di Apple dan kemerosotan umum dalam belanja iklan.
Debra Aho Williamson, analis utama di Insider Intelligence mengatakan tahun ini dimulai dengan awal yang lebih kuat dari yang diharapkan dan perkiraan perusahaan untuk beberapa bulan mendatang menunjukkan mereka mungkin “mulai keluar dari hutan”.
"Dalam lingkungan ekonomi seperti ini dan setelah bencana pandemic tahun 2022, pertumbuhan pendapatan sebesar 3 persen dibandingkan dengan tahun lalu adalah sebuah pencapaian yang baik," kata Debra dilansir dari bbc.com Kamis (27/4/2023) hari ini.
Namun ia menambahkan perusahaan tidak bisa tinggal diam. Pasar keuangan telah mengamati dengan seksama hasil dari perusahaan-perusahaan teknologi besar, yang memiliki dampak besar pada pergerakan indeks saham utama AS.
Microsoft dan Alphabet, pemilik Google, juga melaporkan hasil yang lebih baik daripada yang diharapkan pada awal minggu ini.
Meta mengatakan bahwa mereka menghasilkan pendapatan sebesar $28,6 Miliar selama tiga bulan yang berakhir di bulan Maret, pertumbuhan kuartalan pertamanya dalam hampir satu tahun.
Perusahaan ini melaporkan laba sebesar $5,7 miliar untuk kuartal ini, turun 24 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Editor: Aspian Nur