"Jika pengguna menghubungi mereka, mereka mungkin akan meminta untuk mengirimkan pembayaran sebelum mereka mengirimkan hewan tersebut. Saat pengguna membayar mereka tidak akan pernah menerima anak anjing atau hewan peliharaan tersebut," ungkap mereka.
Sebuah memo resmi Google memperingatkan penipuan dapat terjadi dalam beberapa bentuk, tetapi pada akhirnya semuanya mengikuti format yang sama.
Penipuan ini mencoba menggoda dengan penawaran yang luar biasa dan mendesak pengguna untuk mengikuti keinginan mereka.
Untuk menghindari penipuan, sebaiknya luangkan waktu dan tanyakan pada diri sendiri apakah transaksi tersebut tampak sah. "Untuk menghindari sebagian besar penipuan, bertransaksilah hanya dengan orang yang anda kenal baik dan tepercaya," Google memperingatkan.
"Seringkali, para penipu mencoba membuat Anda bertindak cepat, tanpa berpikir panjang. Untuk melakukan hal ini, mereka sering menggunakan penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, topik yang emosional atau bisnis palsu yang terdengar nyata," papar mereka.
Google memperingatkan pengguna harus sangat berhati-hati sebelum memutuskan untuk mengirim uang kepada seseorang. Memo tersebut mencatat iklan online palsu sangat umum terjadi. Dan pengguna bahkan mungkin diajak untuk melakukan penipuan melalui pesan langsung di aplikasi chatting, yang dapat membuat mereka lebih meyakinkan.
"Kalau pengguna menghubungi untuk menyatakan minat, penipu mungkin akan meminta untuk mentransfer uang terlebih dahulu atau bahkan menunjukkan resi pengiriman palsu kalau barang sedang dalam perjalanan," jelas Google.
"Penipu akan menyimpan uang tersebut, dan tidak akan pernah memberikan apa yang telah Anda bayarkan. Perlu diingat setelah transfer uang selesai, Google Pay tidak dapat mengambil uang Anda," papar mereka lagi.
Jika pengguna merasa telah ditipu segera hubungi bank atau layanan transfer uang yang digunakan juga penegak hukum.
Editor: Aspian Nur