Pengguna Messenger bisa jadi target utama para penipu, peretas dan penjahat online lainnya. Para penipu itu akan menggunakan Direct Messenger (DM) atau pesan langsung dari Messenger untuk mencoba mengambil uang atau informasi pribadi pengguna.
Berbicara pada The Sun, pakar dunia maya Rob Griffin mengungkapkan ada beberapa hal yang harus diwaspadai di Facebook Messenger.
Rob, yang merupakan CEO di perusahaan keamanan siber MIRACL mengatakan pengguna harus waspada terhadap pesan atau kiriman apa pun yang meminta untuk memberikan informasi pribadi. "Entah itu email, kata sandi atau apa pun yang dapat digunakan dalam penipuan," ujar Rob Kamis (2/2/2023) hari ini.
Tak hanya itu saja. Beberapa pesan mungkin mencoba mengekstrak informasi, tetapi yang lainnya adalah upaya untuk membuat seseorang menyerahkan uang. Seringkali penipu akan menggunakan taktik tekanan untuk membuat pengguna melakukan kesalahan konyol.
"Berhati-hatilah dengan pesan atau kiriman yang mencoba membuat anda terburu-buru untuk melakukan sesuatu," kata Rob kepada The Sun. "Terutama jika konsekuensi yang disarankan untuk menunda respons adalah negative,” imbuhnya.
Penipuan memang sangat umum terjadi pada aplikasi obrolan dan para peretas bisa memanfaatkan momen dengan membuat pengguna mengklik tautan yang bisa membawa pengguna ke situs web berbahaya, berpotensi menginstal malware pada perangkat pribadi dalam hitungan detik.
"Jangan pernah mengklik tautan yang disertakan pada kiriman atau pesan, terutama jika tautan tersebut adalah sesuatu yang tidak dikenali atau terlihat mencurigakan," Rob memperingatkan. "Agar tetap aman, buka situs web melalui mesin pencari dan arahkan ke halaman yang relevan dari sana," imbuhnya.
Penting untuk selalu waspada saat menggunakan aplikasi seperti Facebook Messenger karena meskipun terlihat sangat aman, para penjahat akan menggunakan cara apa pun untuk memanfaatkan demi mendapat keuntungan.
Editor: Aspian Nur