Donald Trump Mau jadi Presiden AS Lagi, Facebook Bergeming, Tetap Tangguhkan Akun Sampai Tahun Depan
2 menit baca395 kali dibaca

2 menit baca395 kali dibaca

KORANKALTIM.COM - Rencana Donald Trump mencalonkan diri jadi presiden Amerika Serikat sudah digaungkan sejak beberapa pekan terakhir.
Namun ada satu media social yang bakal tak membiarkannya berkampanye lewat jagat maya, yaitu Facebook.
Ya, platform media sosial popular dunia itu tidak memiliki rencana untuk mengaktifkan kembali akun Trump setelah sang mantan presiden mengumumkan diri ia akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua di Gedung Putih.
Diketahui Trump di-suspend dari Facebook setelah serangan 6 Januari 2021 di Capitol AS . Namun Trump mungkin tidak perlu menunggu lama untuk kembali mendapatkan akunnya. Penangguhannya dari Facebook akan dipertimbangkan kembali Januari tahun 2023 mendatang, dua tahun setelah pertama kali sanksi diberlakukan.
Satu perubahan akan segera terjadi: sebagai kandidat calon pemimpin, Trump tidak lagi tunduk pada pemeriksaan fakta Facebook. Itu karena di bawah aturan Facebook , komentar oleh pejabat terpilih dan calon pejabat tidak tunduk pada pemeriksaan fakta di situsnya.
Sepanjang masa jabatannya sebagai presiden, penggunaan media sosial Trump menimbulkan kontroversi signifikan bagi platform media sosial utama yang mencoba menyeimbangkan kebutuhan publik untuk mendengar dari pemimpin terpilih mereka dengan kekhawatiran tentang informasi yang salah, pelecehan dan hasutan kekerasan .
Menyusul kerusuhan 6 Januari, Trump juga dikeluarkan dari Snapchat, Twitter dan Instagram, yang dimiliki oleh perusahaan induk Facebook, Meta. Kemampuan Trump untuk memposting video ke saluran YouTube -nya ditangguhkan.
Juru bicara YouTube Ivy Choi mengatakan perusahaan tidak memiliki rencana untuk mencabut penangguhan tersebut.
Pemilik baru Twitter Elon Musk mengatakan, dia tidak setuju dengan keputusan platform untuk melarang Trump setelah serangan 6 Januari. Musk mengatakan tidak ada pengumuman tentang mengembalikan pengguna yang dilarang akan dibuat sampai dewan moderasi konten meninjau masalah tersebut
Twitter tidak menanggapi pertanyaan tentang apakah pencalonan Trump akan memengaruhi keputusan tersebut. Sejak penangguhannya, Trump telah memulai platform media sosialnya sendiri , TruthSocial dan mengatakan dia tidak berencana untuk bergabung kembali dengan Twitter jika diizinkan.
Facebook awalnya menangguhkan akun Trump selama 24 jam pada 6 Januari setelah dia memuji para perusuh yang menyerbu Capitol. Pencipta dan CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan penangguhan tanpa batas waktu pada 7 Januari dan menjelaskan “Resiko membiarkan Presiden terus menggunakan layanan kami selama periode ini terlalu besar," tegas Mark dilansir dari apnews.com Kamis (17/11/2022) hari ini
Dewan pengawas kuasi-independen perusahaan mendukung larangan tersebut tetapi mengarahkan Facebook untuk menetapkan batas waktu dimana larangan itu berakhir 7 Januari 2023 mendatang.
Editor: Aspian Nur







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG