Penampakan sekilas Mastodon memang terlihat seperti Twitter dimana pengguna akun bisa menulis postingan yang disebut "toots" yang dapat dibalas, disukai dan diposting ulang juga dapat saling mengikuti. Namun Mastodon bekerja dengan cara yang berbeda. Tidak seperti Twitter, Mastodon tidak akan menyarankan pengikut yang mungkin diminati pengguna.
Itulah satu dari beberapa alasan menarik bagi pengguna baru Mastodon, hanya saja masih banyak orang kebingungan untuk mendaftar.
Platform ini sejatinya sudah berusia enam tahun, hadir sejak tahun 2016 silam, tetapi aktivitasnya tertutupi dengan Twitter, Facebook dan Instagram.
Dilansir dari laman bbc.com Senin (7/11/2022) hari ini, Mastodon memang belum bisa menandingi Twitter saat ini tapi aplikasi ini menawarkan servis yang mirip.
Linimasa (timeline) Mastodon menghadirkan pembaruan secara kronologis daripada algoritmis. Media sosial ini membiarkan para penggunanya untuk bergabung dengan banyak server berbeda yang dijalankan berbagai kelompok dan individu.
Tak hanya itu, Mastodon juga gratis dan bebas dari iklan, dioperasikan secara non profit oleh kreatornya, Eugen Rochko dan mendapatkan dana secara patungan.
"Mastodon tidak sebesar Twitter, tentu saja. Tetapi jumlah itu menjadi yang terbesar sejak media ini muncul," kata Rochko.
Disebutkan kalau beberapa orang terkenal di dunia sudah bergabung dengan Mastodon, terutama dari Amerika Serikat, seperti comedian Kathy Griffin, jurnalis Molly Jong-Fast dan profesor di UCLA Sarah T Roberts. Roberts mengaku menggunakan Mastodon karena khawatir soal moderasi Twitter di bawah Elon Musk.
Roberts sendiri pernah menjadi staf periset di Twitter pada awal tahun ini saat rehat dari aktivitas di kampus. Roberts diketahui merupakan Direktur Fakultas di UCLA Center for Critical Internet Inquiry.
Terkait Mastodon, Roberts mengatakan banyak pengguna Twitter migrasi ke Mastodon karena mereka melihat adanya kemiripan antara kedua media sosial itu. Banyak fitur di Mastodon dan tampilannya terasa familiar bagi pengguna Twitter. Hanya saja, tetap ada perbedaan antara Mastodon dan Twitter. Jumlah pesan di Mastodon terbatas 500 karakter, namun pengguna bisa mengirim foto dan video.
Tak hanya itu, pengguna juga bisa memfavoritkan atau mengunggah ulang unggahan pengguna lain. "Twitter dan Mastodon akan semakin mirip," ucap Roberts.
Mastodon sendiri memiliki logo wajah hewan mastodon yang merupakan leluhur gajah. Jika Twitter memilih warna biru sebagai logonya, Mastodon memilih warna ungu dengan gradasi.
Ryan Wild, yang menjalankan server MastodonApp.UK melalui perusahaannya Superior Networks mengatakan dia memiliki lebih dari 6.000 anggota baru dalam 24 jam dan harus menghentikan pendaftaran. "Saya ingin melihat hype-nya tentang apa," katanya. "Saya berdiri di server pada jam 10 malam pekan tadi dan saya bangun keesokan paginya melihat 1.000 orang sudah bergabung,” ungkapnya.
Editor: Aspian Nur