JWST NASA mengambil gambar menakjubkan dari luar angkasa itu selama berminggu-minggu dan juga menangkap beberapa jepretan spektakuler Jupiter dalam cahaya inframerah yang biasanya tidak terlihat oleh mata manusia.
Near-Infrared Camera (NIRCam) teleskop ruang angkasa mengungkapkan rahasia tersembunyi Jupiter dalam detail yang mengesankan, dengan menggabungkan beberapa gambar menjadi satu.
Terlihat pada foto itu aurora memanjang hingga ketinggian di atas kutub utara dan selatan dan kabut asap yang berputar-putar di sekitar kutub juga terlihat.
"Sejujurnya, kami tidak benar-benar mengharapkannya menjadi sebaik ini," kata Profesor Mike de Pater, astronom planet di University of California, Berkeley dilansir dari laman Thesun.co.uk Rabu (24/8/2022) hari ini. "Sungguh luar biasa bisa melihat detail di Jupiter bersama cincinnya, satelit kecil dan bahkan galaksi dalam satu gambar," imbuhnya
Gambar itu juga menunjukkan bintik merah besar Jupiter yang ikonik dengan badai besar, terlihat di kiri bawah. Warna putih dalam gambar karena memantulkan banyak sinar matahari. "Kecerahan foto menunjukkan resolusi yang tinggi," kata ilmuwan Webb, Heidi Hammell. "Jadi Bintik Merah Besar memiliki kabut ketinggian tinggi, seperti halnya wilayah khatulistiwa. Banyak titik putih terang dan garis kemungkinan besar merupakan puncak awan tinggi dari badai konvektif yang terkondensasi," paparnya
Bintik Merah Besar Jupiter adalah badai terbesar di tata surya yang berukuran lebar sekitar 10.160 mil, setara dengan 1,3 kali diameter Bumi. Angin di tepi puncak topan Jupiter berputar dengan kecepatan sekitar 268 mph – lebih cepat dari rekor kecepatan angin tertinggi di Bumi (253 mph).
Sejatinya teleskop luar angkasa James Webb diluncurkan pada Desember 2021, tetapi gambar pertamanya tidak dipublikasikan hingga Juli 2022. Ini adalah penerus teleskop luar angkasa Hubble milik NASA, dan bertugas mempelajari alam semesta awal yang digunakan dengan mengamati cahaya dari bintang dan galaksi pertama yang terbentuk setelah Big Bang.
Para ilmuwan berharap beberapa dari data ini dapat membantu menemukan planet jauh yang mampu mendukung kehidupan.
Jupiter sendiri adalah planet terdekat kelima dari Matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi dan Mars dan jadi planet terbesar di Tata Surya dimana Jupiter merupakan raksasa gas dengan massa seperseribu massa Matahari dan dua setengah kali jumlah massa semua planet lain di Tata Surya.
Editor: Aspian Nur