Tren menyeramkan ini menyebabkan gelombang protes mengarah kepada TikTok dan seruan untuk menghapus filter itu pun menggema terlebih saat melihat anak-anak berteriak dan berebut untuk melarikan diri sementara video menjadi viral secara online.
"Tidak lucu!" tulis seorang netizen. Yang lain berkomentar: "Ini adalah tren yang konyol!" Yang lain bahkan ada yang sampai membanting ponsel melihat aplikasi itu. "Ini sangat salah, pola asuh yang buruk. menakuti anak untuk apa?" teriaknya.
Jason Barr, penulis asal Irlandia Utara jadi juru kampanye yang berusaha untuk mengakhiri rezim teror filter ini. Jason menulis ke TikTok untuk meminta filter dihapus. "Beberapa anak dibiarkan ketakutan oleh filter ini dan itulah mengapa saya menghubungi platform untuk menghapusnya,” ujar Jason dilansir dari laman Thesun.co.uk Selasa (23/8/2022) hari ini.
“Beberapa orang melihat ini sebagai hal yang lucu, tetapi saya dapat meyakinkan itu tidak lucu ketika memiliki anak yang berlari keluar dari ruangan sambil berteriak setelah melihat sesuatu seperti ini. Saya sudah menyurati TikTok terkait filter yang berisi sosok hantu yang digunakan untuk menakut-nakuti anak-anak itu,” jelasnya.
“Saya merasa sangat mengkhawatirkan orang-orang akan menakut-nakuti anak-anak dengan cara ini dan membiarkan mereka berteriak di ruangan terkunci. Ini dapat memiliki efek jangka panjang pada mereka. Tolong jangan gunakan filter ini untuk menakut-nakuti anak-anak Anda sendiri. Itu tidak normal dan jelas tidak lucu sama sekali,” tegasnya.
Pengguna aplikasi populer sekarang dapat menemukan ratusan klip anak-anak yang ketakutan oleh tren dengan mencari tagar #Ghostfilter.
TikTok pun sudah mengeluarkan pernyataan. "Keamanan komunitas kami adalah prioritas, itulah sebabnya kami melarang dan menghapus konten yang mempromosikan pelecehan dan intimidasi terhadap anak di bawah umur,” tegas mereka.
Editor: Aspian Nur