Tampilan baru Facebook di desktop itu sekilas sudah terlihat dari postingan insinyur perangkat lunak dan bintang Twitter Eropa, Jane Wong, yang membagikannya secara online. "Menyukai bilah navigasi atas yang tidak berantakan dan lebih menekankan pada bilah pencarian," jelas Jane terkait pembaruan Facebooka tersebut. "Terlihat lebih tajam, memiliki layar pembuka baru pada pemuatan halaman yang mirip dengan Instagram untuk Web," ungkapnya dilansir dari laman Thesun.co.uk Kamis (10/8/2022) hari ini.
Itu bukan satu-satunya perubahan yang dilakukan Facebook karena baru-baru ini platform media social milik Mark Zuckenberg mengumumkan perombakan besar-besaran pada tampilan aplikasi seluler mereka.
Untuk perubahan di telepon seluler sudah diluncurkan akhir bulan lalu dimana Facebook menambahkan tab feed atau umpan baru, termasuk postingan terbaru dari teman serta favorit, halaman dan grup. Dengan pembaruan di ponsel itu pengguna bebas dari pos yang disarankan tapi masih akan melihat tab Beranda normal terlebih dahulu saat memuat Facebook. "Salah satu fitur yang paling banyak diminta untuk Facebook adalah memastikan orang tidak melewatkan kiriman teman," jelas bos miliarder Meta, Mark Zuckerberg .
"Jadi hari ini kami meluncurkan tab Umpan tempat pengguna melihat kiriman dari teman, grup, galaman dan lainnya secara terpisah dalam urutan kronologis. Aplikasi masih akan terbuka untuk umpan yang dipersonalisasi di tab Beranda, tempat mesin penemuan kami akan merekomendasikan konten yang menurut kami paling Anda pedulikan. Tetapi tab Umpan akan memberi cara untuk menyesuaikan dan mengontrol pengalaman lebih jauh," paparnya.
Sementara perubahan di desktop dilakukan setelah Facebook berada dibawah tekanan yang meningkat dari aplikasi media sosial saingan. Secara khusus, TikTok telah menjadi duri besar di pihak Facebook.
Satu dari beberapa keluhan terbesar tentang Facebook dan Instagram adalah pengguna melihat terlalu banyak konten yang disarankan dan tidak cukup media dari teman dan keluarga.
Instagram yang juga dimiliki oleh Meta terpaksa melakukan u-turn pada peningkatan posting yang direkomendasikan dan video layar penuh setelah Kylie Jenner dan Kim Kardashian menuntut Facebook untuk berhenti mencoba meniru TikTok. "Saya senang kami mengambil risiko jika kami tidak sesekali gagal, kami tidak berpikir cukup besar atau cukup berani," kata bos Instagram Adam Mosseri, berbicara kepada Platformer .
Editor: Aspian Nur