"Kami ada untuk menginspirasi dan menciptakan serta mengeksplorasi perspektif baru untuk masa depan yang lebih baik secara radikal," kata CEO World View Ryan Hartman dilansir dari laman Thesun.co.uk Selasa (24/5/2022) hari ini.
Melayang di ketinggian lebih dari 100.000 kaki dalam balon bertenaga helium, pengunjung World View akan melihat Bumi dan bintang-bintang di luar angkasa dengan pemandangan yang tidak terhalang oleh atmosfer.
World View Chief Earth Advocate yang juga aktor Inggris Adrian Grenier sudah merasakan naik World View dan menceritakan pengalamannya.
"Saya dapat menyambut orang-orang kembali ke Bumi dan memungkinkan mereka untuk menemukan kembali hubungan mereka dengan planet ini," kata Grenier.
World View tidak diragukan lagi merupakan pengalaman wisata antariksa yang paling hemat biaya dengan harga yang disebutkan diatas.
Pengalaman wisata luar angkasa World View dimulai dengan pengalaman transendental di Bumi sebelum pergi ke luar dunia.
Wisatawan akan menjelajahi medan dan sejarah lokasi selama lima hari sebelum lepas landas dari pelabuhan luar angkasa World View terdekat.
Hartman mengatakan perusahaan ingin benar-benar membenamkan seseorang dalam keindahan dengan melihatnya dari atas.
Beberapa hari di Grand Canyon, melihat Cahaya Utara di Norwegia atau mengunjungi Piramida Giza di Mesir adalah semua pilihan yang bisa dilakukan untuk diluncurkan.
"Tujuh Keajaiban Dunia edisi stratosfer," sindir Hartman. "Ini semua tentang menciptakan kesempatan bagi orang untuk pergi ke suatu tempat, membenamkan diri, memahami daerah tersebut sehingga pada akhirnya mereka dapat mengenalinya dari atas dan memicu pengalaman puncak bagi mereka," paparnya.
Petualangan luar angkasa dengan World View mengklaim mengurangi intensitas dan menekankan kedamaian dan ketenangan.
Pelanggan di dalam kapsul World View Explorer perlahan diangkat oleh balon berisi helium selama dua jam pendakian menuju udara.
Secara teknis, balon tidak melakukan perjalanan ke luar angkasa, turis di atas kapal tidak akan dianggap sebagai astronot dan juga tidak akan mengalami gravitasi nol.
Ekspedisi World View menempuh jarak sekitar 20 mil di atas permukaan, sedangkan ruang kosong di udara dimulai antara 50 dan 60 mil dari permukaan.
Meski begitu, 99 persen atmosfer bumi akan berada di bawah kapsul pada titik tertingginya, menurut perusahaan tersebut.
World View sudah meluncurkan ratusan penerbangan uji coba, lima diantaranya dengan muatan penuh yang mewakili kru dan turis dan misi ini diharapkankan sudah bisa dimulai tahun 2024 mendatang.
"Wisata luar angkasa dan eksplorasi luar angkasa adalah kisah terbesar yang pernah diceritakan manusia," kata Hartman. "Kami menciptakan kesempatan bagi orang-orang untuk melihat Bumi sebagai sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri," pungkas Hartman.
Editor: Aspian Nur