Diketahui setelah kebakaran besar melanda katederal yang dibangun pada
abad ke-12 itu terjadi, rekonstruksi besar-besaran langsung dilakukan.
Selama pekerjaan persiapan untuk membangun kembali menara kuno gereja bulan lalu, para pekerja menemukan sarkofagus timah yang terpelihara dengan baik terkubur 65 kaki di bawah tanah, tergeletak di antara pipa bata dari sistem pemanas abad ke-19, tapi diyakini jauh lebih tua - mungkin dari abad ke-14, menurut laman Dailymail.co.uk Sabtu (16/4/2022) hari ini.
Para ilmuwan telah mengintip ke dalam sarkofagus menggunakan kamera endoskopi, mengungkapkan bagian atas kerangka, bantal daun, mungkin rambut, tekstil dan bahan organik yang sudah kering.
Sarkofagus, yang panjangnya 1,95 meter (6 kaki 4 inci) dan lebar 48 cm (1 kaki 6 inci) akan dikeluarkan dari katedral Selasa (19/4/2022) pekan depan.
Saat ini sarkofagud itu disimpan di lokasi yang aman dan segera dikirim ke Institut Kedokteran Forensik di kota barat daya Toulouse, Prancis.
“Pakar forensik dan ilmuwan kemudian akan membuka sarkofagus dan mempelajari isinya, untuk mengidentifikasi jenis kelamin kerangka dan kondisi kesehatan sebelumnya,” kata kepala arkeolog Christophe Besnier.
Ditemukan di bawah gundukan tanah yang memiliki perabotan dari abad ke-14, Besnier mengatakan jika ternyata itu adalah sarkofagus dari Abad Pertengahan dan pihaknya sedang berurusan dengan praktik penguburan yang sangat langka. Mereka juga berharap untuk menentukan peringkat sosial “penghuni” sarkofagus itu.
Mengingat tempat dan gaya penguburannya, kemungkinan besar mayat di dalamnya termasuk kalangan elite pada masanya dan kemungkinan namanya terdaftar dalam pemakaman keuskupan.
“Setelah arkeolog selesai mengidentifikasi, selanjutnya sarkofagus itu akan dikembalikan bukan sebagai objek arkeologi tetapi sebagai aset antropologis,” jelas kepala INRAP Dominique Garcia.
Belum diputuskan apakah Notre-Dame akan menjadi tempat peristirahatan terakhirnya alias sarkofagus itu dikembalikan lagi ke tempat asalnya.
Sarkofagus bukan satu-satunya penemuan penting di Notre-Dame. Para arkeolog juga telah menemukan harta karun berupa patung, pahatan, makam, dan potongan layar rood asli yang berasal dari abad ke-13.
Editor: Aspian Nur