Namun para ahli buru-buru menegaskan kalau emoji perampok tidak pernah ada dan emoji yang mereka duga sebagai perampok selama ini adalah Efek Mandela, sebuah fenomena dimana sekelompok besar orang percaya sesuatu terjadi padahal sebenarnya tidak.
Dilansir dari laman Dailymirror.co.uk Sabtu (19/2/2022) hari ini, pengguna Twitter @dinasimp mengolok-olok gambar yang diduga emoji pencuri dan membagikannya di Twitter pekan ini dengan tulisan "Saya bersumpah emoji ini (perampok/pencuri) ada," katanya.
Beberapa netizen lain menanggapi dengan nada setuju kalau mereka pasti pernah melihat emoji sebelumnya.
“Apakah kita semua secara kolektif membayangkan omong kosong ini ada??? aku bersumpah itu memang ada,” kata yang lain.
“Emoji perampok itu ada, di samping sandal jepit dan pejalan kaki,” ujar yang lain.
Yang lain dengan nada bercanda menulis “Saya secara khusus ingat menggunakan emoji itu seperti 3 tahun yang lalu dalam beberapa argumen bodoh,".
Emojipedia mengkonfirmasi emoji perampok tidak pernah ada. "Itu tidak pernah ada, emoji apa yang salah dengan kalian?," kata mereka. “Meskipun Anda mungkin ingat emoji perampok, ingatan itu kemungkinan adalah hasil dari Efek Mandela yang terjadi ketika beberapa orang mengingat sesuatu yang salah, tetapi ingatan mereka menjadi versi yang diterima,” ungkap mereka.
Efek Mandela muncul saat Fiona Broome, seorang konsultan paranormal yakin bahwa Nelson Mandela telah meninggal di penjara Pulau Robben pada 1980-an - padahal sebenarnya dia meninggal pada 2013 di rumahnya di Houghton.
Contoh lain dari emoji yang salah selain gambar perampok itu adalah kepercayaan patung The Thinker yang terkenal menggambarkan seorang pria dengan kepalan tangan di dahinya, bukan dagunya.
Editor: Aspian Nur