Dilansir dari Thesun.co.uk Sabtu (19/2/2022) hari ini aplikasi sosial yang hanya tersedia melalui headset Meta Quest itu sebelumnya disebut Oculus Quest, tetapi berganti nama ketika Facebook mengubah nama perusahaan induknya menjadi Meta.
Sejak diluncurkan perdana, penggunanya telah tumbuh sepuluh kali lipat. Wajar mengingat dengan aplikasi baru ini pengguna Horizon Worlds dapat membuat dunia virtual mereka sendiri, seperti di Minecraft atau Roblox dan klaim dari Meta, lebih dari 10.000 dunia telah dibangun secara virtual dimana jumlah anggotanya sekarang lebih dari 20 ribu orang. Diketahui, Facebook menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun metaverse.
Mereka juga mengumumkan rencana untuk mempekerjakan 10.000 staf tambahan untuk bekerja di metaverse.
“Ini bukan tentang menghabiskan lebih banyak waktu di layar. Ini tentang membuat waktu yang telah dihabiskan menjadi lebih baik,” kata Mark Zuckerberg akhir tahun lalu.
Berbicara kepada wartawan termasuk The Sun pada tahun 2021, bos Facebook VR Andrew Bosworth menggambarkan visi perusahaan yang berani.
“Metaverse adalah seperangkat ruang 3D virtual dimana pengguna dapat berbagi pengalaman mendalam satu sama lain ketika seseorang tidak bisa bersama,” jelas Bosworth.
“Apa yang terjadi setelah internet? Alih-alih melihat layar, Anda bisa berada dalam pengalaman. Anda tidak harus mengalaminya di VR. Kebanyakan orang awalnya akan mengalaminya di layar yang sudah mereka miliki,” paparnya.
Editor: Aspian Nur