Rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di website resmi menjelaskan kalau GBT atau yang juga disebut Super Blood Moon adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan dan ini hanya terjadi pada saat fase purnama. GBT terjadi saat posisi matahari-bumi-bulan sejajar. Hal ini membuat bulan masuk ke umbra bumi. Akibatnya, saat fase totalitas gerhana terjadi bulan akan terlihat kemerahan.
Gerhana bulan tahun 2021 ini beriringan dengan terjadinya Perige, yakni ketika bulan berada di jarak terdekatnya dengan bumi atau biasa disebut super moon dan diperkirakan berlangsung pukul 19.18 WITA.
Masyarakat Kalimantan Timur bisa menyaksikan fenomena alam ini selain di wilayah Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, Oseania dan sebagian besar benua Amerika.
Dari akun Instagram Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. (Lapan) menyebutkan kalau lokasi terbaik untuk mengamati gerhana bulan besok petang adalah di Indonesia Bagian Timur. “Tidak perlu menggunakan alat bantu optik apapun," tulis Lapan.
Menurut Lapan, GBT bersamaan dengan Hari Raya Waisak sudah beberapa kali terjadi dalam seabad terakhir, yakni pada 24 Mei 1990, 14 Mei 1938, 14 Mei 1957, 25 Mei 1975, dan 16 Mei 2003. Setelah tahun ini, fenomena serupa akan kembali terjadi pada 26 Mei 2040, 7 Mei 2050, 6 Mei 2069, 17 Mei 2087 dan 29 Mei 2106.
Gerhana bulan di Kalimantan Timur dimulai pukul 20.09 WITA, mencapai puncaknya pukul 20.18 WITA dan berakhir pukul 21.15 WITA.
Editor: Aspian Nur