“Saya 2 x di tag di postingan dewasa dan tak senonoh, oleh org gak dikenal, hati² !!! INFO, Disamping video porno dan gambar, ada hack baru di Facebook. Akan kelihatan komentar datang dari anda, termasuk perkataan kotor, beserta kata-kata yang menyakitkan,” tulis pemilik akun Sulfa S di Facebook-nya.
“Anda tidak bisa melihatnya tetapi rekan-rekan anda melihatnya. Keadaan ini dapat membuat banyak orang salah paham. Saya ingin mengatakan kepada semua kenalan ataupun saudara saya, bahwa jika sesuatu yang memalukan muncul itu adalah BUKAN datang dari saya” paparnya.
“Saya akan berterimakasih jika anda memberitahukannya kepada saya. Selain itu ada juga pencurian akun Facebook yang meminta dikirimkan pulsa, uang, harus berhati hati karena pemilik akun aslinya tidak mengetahui kalo akunnya di hack. Harap segera memberitahukan kepada pemilik akun. Terima Kasih. #Silahkan di copy paste bukan di share. Saya tidak pernah membuat FB selain yang sudah ada. Mohon Hati-hati! Buat yg ngetag woiii ini bulan puasa…” tutup Sulfa dengan nada marah.
Hal senada dialami pemilik akun Edy SA yang kalimatnya hamper sama. “Saya tidak pernah membuat FB selain yang sudah ada. Mohon Hati-hati,” kata Edy.
Sementara pemilik akun Nurhayati mengaku sangat terkejut setelah mengetahui akun media sosialnya di tag untuk hal yang selama ini tidak pernah dipikirkannya sama sekali. “Astaghfirulloh... Astaghfirulloh... Kaget melihat notif yang aku lingkari berisi content porno ... Wallahi saya tdk punya akun fb lain apalagi menyebar luaskanmengomentari atau apapun juga hal hal yang tidak manfaat apalagi tak senonoh kerjaanku numpuk bro,”
“Semoga Allah ampuni, melembutkan hati yang meretas atau apapun terhadap akun saya... Sekali lagi, akun saya facebook hanya ini. Terimakasih. #Facebookreport,” tulis Nurhayati.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan media social Facebook milik masyarakat luas ini? Pengamat media social dari Jakarta, Ismail Fahmi, memaparkan munculnya tag dari orang tak dikenal tersebut merupakan phising.
“Itu sebenarnya phising ya, ada sebuah akun di Facebook lalu dia ngeposting satu halaman web nah web itu banyak konten-konten porno yang membuat orang itu tertarik melakukan klik. Kalau diklik kan larinya ke situs itu, yang mungkin sudah ada semacam malware-nya,” ujar Fahmi dikutip dari kompas.com.
Phising adalah suatu metode kejahatan dunia maya. Secara tidak disadari, selanjutnya malware tersebut menurutnya akan meminta izin pemilik akun yang melakukan klik link untuk melakukan post atas namanya dan menandai di komentar kontak-kontak yang mungkin di-follow, atau disukainya.
“Mungkin dia (malware) juga sudah punya data yang terkumpul sehingga bisa secara random meskipun bukan teman (melakukan tag di komentar),” sebutnya.
Fahmi mengungkapkan kalau ada pemilik akun yang akunnya digunakan untuk melakukan tag maka kemungkinan akses Facebooknya sudah terbuka.
Fahmi menyarankan untuk melakukan pengecekan di bagian pengaturan keamanan Facebook untuk melihat aplikasi apa saja yang sudah diberikan izin.
“Mungkin ada aplikasi yang mungkin nggak kita kenal. Ini dugaan saya, karena orang nggak bisa ngirim atas nama kita kalau tidak dapat izin,” ujarnya.
Adapun jika menerima pemberitahuan adanya orang tak dikenal yang menandai nama kita di Facebook, pihaknya berpendapat pemilik akun yang ditandai tidak perlu membuka notifikasi tersebut. Selain itu menurutnya pengguna juga tidak perlu repot-repot melaporkan satu persatu akun yang menandainya.
“Ini kan semua dilakukan malware, kita nggak perlu repot-repot nglaporin akun yang ngetag kita karena mungkin itu juga akun korban kan? Dan itu akan banyak sekali. Itu kan notifikasi bisa hampir setiap hari ada, masa lapor satu lapor lagi,” sebut Fahmi lagi.
Menurutnya cara yang efektif dilakukan adalah dengan membatasi siapa akun yang muncul pada notifikasi saat dirinya menandai menjadi "hanya teman". Sehingga biarpun akun-akun tak dikenal tersebut men-tag akun di kolom komentar, notifikasinya tidak akan muncul sehingga tidak mengganggu. “Jadi kalau ada orang yang bukan friend menandai kita itu nggak akan muncul di notif, tapi kalau ada temen kena malware ngetag kita ya bisa (muncul). Nah nanti bisa kita liat kalau teman tersebut terus seperti itu kan ya bisa kita unfriend sementara,” ujarnya.
Adapun cara melakukan pembatasan agar hanya teman yang pemberitahuannya muncul saat dirinya menandai kita di Facebook yakni sebagai berikut:
Klik icon more berupa tanda titik tiga di notifikasi (…) kemudian pilih “Only get notifications about tags from friends” Cara tersebut juga dibagikan Fahmi dalam unggahan Facebook-nya. Pihaknya menambahkan menurutnya pengguna Facebook masih aman selama tidak melakukan klik pada link yang diunggah pada postingan di mana mereka ditandai.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di kompas.com hari Senin 19 April 2021 dengan judul Ramai Akun di Facebook Ditandai Link Video Porno, Waspada Modus Phising