Disebutkan data nomor ponsel yang bocor ada pada pengguna di kawasan Amerika Serikat sebanyak 133 juta kontak telepon, Vietnam (50 juta), dan Inggris (18 juta). Mereka ada di antara negara-negara yang paling terkena dampak dari kebocoran server. Pengungkapan ini terjadi beberapa bulan setelah masalah dengan sistem otentikasi dua faktor Facebook. Ini membuta nomor telepon seakan menjadi ranah ruang publik.
Terkait hal ini, Juru Bicara Facebook, Jay Nancarrow, mengatakan, data telah dihapus sebelum Facebook memotong akses ke nomor telepon pengguna. "Kumpulan data ini sudah lama dan tampaknya memiliki informasi yang diperoleh sebelum kami melakukan perubahan tahun lalu untuk menghapus kemampuan orang menemukan orang lain menggunakan nomor telepon mereka," kata Jay seperti dikutip dari TechCrunch seperti diwartakan sindonews.com.
Ditegaskannya lagi, Facebook tidak memiliki bukti bahwa akun Facebook dikompromikan. Facebook sendiri telah lama membatasi pengembang mengakses nomor telepon pengguna. Perusahaan juga mempersulit pencarian nomor telepon teman-teman. Tetapi pemuatan data ini dapat dilakukan pada akhir bulan lalu, meskipun itu tidak berarti bahwa data tersebut memang baru.
Paparan data terbaru ini adalah contoh data terbaru yang tersedia secara online dan publik tanpa kata sandi. Meskipun sering dikaitkan dengan kesalahan manusia daripada pelanggaran berbahaya, paparan data tetap merupakan masalah keamanan yang muncul. (*)