Peristiwa itu sontak menjadi perhatian warga yang melintas dan berada di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kebocoran disebut berada di bagian belakang sebelah kiri kapal. Selain itu mesin kapal dilaporkan tidak berfungsi.
Wahyu Halilintar, seorang warga menjelaskan, informasi mengenai penyebab kapal miring diperolehnya dari orang-orang di sekitar kapal.
“Informasi dari anak buah kapal (ABK), kapalnya bocor dan mesinnya tidak berfungsi,” ujar Wahyu.
Kondisi kapal semakin oleng ketika air sungai surut. Air yang masuk melalui bagian kapal yang bocor diduga memengaruhi keseimbangan kapal hingga posisinya terlihat miring. Meski demikian, titik pasti kebocoran dan penyebab teknis tidak berfungsinya mesin masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Ipda Adi Brata, membenarkan adanya dugaan kebocoran pada kapal wisata tersebut. Dari pengecekan awal di lokasi, kebocoran diketahui berada di bagian belakang sebelah kiri kapal. “Informasi awal memang ada kebocoran kapal. Setelah kami cek, kebocorannya berada di belakang sebelah kiri,” jelas Adi Brata.
KM Cahaya Nur Muhammad merupakan kapal wisata yang biasa beroperasi pada akhir pekan, melayani perjalanan menyusuri Sungai Mahakam mulai dari kawasan Jembatan Mahkota hingga Big Mall. Namun, keberadaan kapal di Teras Samarinda 2 juga menjadi perhatian kepolisian karena lokasi tersebut sebelumnya telah disarankan bukan sebagai tempat tambat kapal.
Adi menyebut, pihaknya pernah menyarankan agar kapal tersebut ditambatkan di lokasi tambatan miliknya sendiri, bukan di kawasan Teras Samarinda 2. “Kami sebelumnya sudah menyarankan agar kapal parkir di tempat tambatannya sendiri, tidak di situ,” tegas Adi.
Sebagai tindak lanjut, Polsek Kawasan Pelabuhan berencana meminta keterangan dari pemilik kapal. Pemeriksaan tersebut akan mendalami penyebab kapal mengalami kebocoran sekaligus alasan kapal masih ditambatkan di kawasan Teras Samarinda 2.
“Kami akan mencoba mengambil keterangan dari pemilik kapal, termasuk terkait tambatannya. Nanti akan kami dalami seperti apa,” tutup Adi.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebocoran serta kondisi teknis kapal masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Editor: Aspian Nur
Peristiwa itu sontak menjadi perhatian warga yang melintas dan berada di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kebocoran disebut berada di bagian belakang sebelah kiri kapal. Selain itu mesin kapal dilaporkan tidak berfungsi.
Wahyu Halilintar, seorang warga menjelaskan, informasi mengenai penyebab kapal miring diperolehnya dari orang-orang di sekitar kapal.
“Informasi dari anak buah kapal (ABK), kapalnya bocor dan mesinnya tidak berfungsi,” ujar Wahyu.
Kondisi kapal semakin oleng ketika air sungai surut. Air yang masuk melalui bagian kapal yang bocor diduga memengaruhi keseimbangan kapal hingga posisinya terlihat miring. Meski demikian, titik pasti kebocoran dan penyebab teknis tidak berfungsinya mesin masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Ipda Adi Brata, membenarkan adanya dugaan kebocoran pada kapal wisata tersebut. Dari pengecekan awal di lokasi, kebocoran diketahui berada di bagian belakang sebelah kiri kapal. “Informasi awal memang ada kebocoran kapal. Setelah kami cek, kebocorannya berada di belakang sebelah kiri,” jelas Adi Brata.
KM Cahaya Nur Muhammad merupakan kapal wisata yang biasa beroperasi pada akhir pekan, melayani perjalanan menyusuri Sungai Mahakam mulai dari kawasan Jembatan Mahkota hingga Big Mall. Namun, keberadaan kapal di Teras Samarinda 2 juga menjadi perhatian kepolisian karena lokasi tersebut sebelumnya telah disarankan bukan sebagai tempat tambat kapal.
Adi menyebut, pihaknya pernah menyarankan agar kapal tersebut ditambatkan di lokasi tambatan miliknya sendiri, bukan di kawasan Teras Samarinda 2. “Kami sebelumnya sudah menyarankan agar kapal parkir di tempat tambatannya sendiri, tidak di situ,” tegas Adi.
Sebagai tindak lanjut, Polsek Kawasan Pelabuhan berencana meminta keterangan dari pemilik kapal. Pemeriksaan tersebut akan mendalami penyebab kapal mengalami kebocoran sekaligus alasan kapal masih ditambatkan di kawasan Teras Samarinda 2.
“Kami akan mencoba mengambil keterangan dari pemilik kapal, termasuk terkait tambatannya. Nanti akan kami dalami seperti apa,” tutup Adi.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebocoran serta kondisi teknis kapal masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Editor: Aspian Nur