Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pengoperasian 10 fasilitas insinerator pengolahan sampah di Samarinda diklaim berhasil mengurangi beban pasokan sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan.
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pengoperasian 10 fasilitas insinerator pengolahan sampah di Samarinda diklaim berhasil mengurangi beban pasokan sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, sebanyak 750,36 ton sampah berhasil dimusnahkan melalui fasilitas pembakaran tersebut.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Tempat Penampungan Sementara (TPS) Insinerator di Kelurahan Tani Aman mencatatkan tonase pembakaran terbesar sejak masa uji coba, yakni mencapai 153,11 ton. Angka ini menyumbang sekitar 20,40 persen dari total sampah yang dimusnahkan seluruh fasilitas, dengan rata-rata pemusnahan tertinggi sebesar 6,66 ton per hari operasi.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar menyampaikan capaian itu masih dapat dimaksimalkan jika sampah yang masuk telah dipilah dari sumbernya.
Saat ini, dari 10 titik lokasi insinerator yang beroperasi, fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) pendukung pemilahan baru tersedia di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang yang saat ini sudah masuk masa operasional sekitar 30 hari.
“Makanya kita maunya di setiap titik insinerator itu ada TPS pemilahan seperti yang di Baqa. Kita minta dukungan untuk adanya alat pemilahan ini,” kata Taufiq, Minggu (11/10/2026).
Proses pemilahan menjadi kunci penting lantaran tidak semua sampah dapat langsung masuk ke mesin pembakaran.
Sampah organik serta material yang tidak sesuai peruntukan akan menjadi residu sehingga tetap harus diangkut ke TPA Sambutan. Ketersediaan fasilitas pemilahan di tiap lokasi diharapkan dapat meminimalisasi volume residu akhir.
Tingginya tonase pembakaran di Tani Aman bukan semata dipicu oleh produksi sampah warga sekitar. DLH berkolaborasi dengan mitra lokal yang mengumpulkan sampah dari berbagai sumber, termasuk RSUD IA Moeis dan area sekolah di wilayah tersebut. Pola ini membuat pasokan sampah ke insinerator Tani Aman jauh lebih besar dibandingkan lokasi lainnya.
Sementara itu, fasilitas di kawasan Folder Air Hitam mencatatkan pemusnahan 123,46 ton sampah sejak masa uji coba. Dua unit di kawasan Ring Road I dan II secara gabungan mengolah 178,53 ton sampah.
Adapun rincian kontribusi lokasi lainnya meliputi Baqa sebanyak 78,12 ton, Lempake 61,46 ton, Bukit Pinang 43,86 ton, Handil Bakti 42,56 ton, Simpang Pasir 37,25 ton, dan Jalan Wanyi sebesar 32,05 ton. Secara kumulatif, DLH mencatat akumulasi 301 hari operasi dengan rata-rata pembakaran harian mencapai 2,49 ton.
Selain pemilahan, durasi operasional turut memengaruhi volume pembakaran. Saat ini, mesin insinerator baru dijalankan satu giliran kerja (shift), yakni pukul 09.00 hingga 13.00 WITA. Rencana awal pengoperasian hingga tiga shift belum dapat direalisasikan akibat belum optimalnya pasokan sampah terpilah.
Mengenai keselamatan kerja, Taufiq memastikan para petugas telah dibekali Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Pihaknya kini terus mendorong penyediaan sarana pemilahan sampah di setiap lokasi agar proses pemusnahan berjalan makin optimal.
“Keberadaan insinerator ini cukup membantu mengurangi volume sampah yang dibawa ke TPA Sambutan,” tandasnya.
Editor: Erwin
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, sebanyak 750,36 ton sampah berhasil dimusnahkan melalui fasilitas pembakaran tersebut.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Tempat Penampungan Sementara (TPS) Insinerator di Kelurahan Tani Aman mencatatkan tonase pembakaran terbesar sejak masa uji coba, yakni mencapai 153,11 ton. Angka ini menyumbang sekitar 20,40 persen dari total sampah yang dimusnahkan seluruh fasilitas, dengan rata-rata pemusnahan tertinggi sebesar 6,66 ton per hari operasi.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar menyampaikan capaian itu masih dapat dimaksimalkan jika sampah yang masuk telah dipilah dari sumbernya.
Saat ini, dari 10 titik lokasi insinerator yang beroperasi, fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) pendukung pemilahan baru tersedia di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang yang saat ini sudah masuk masa operasional sekitar 30 hari.

“Makanya kita maunya di setiap titik insinerator itu ada TPS pemilahan seperti yang di Baqa. Kita minta dukungan untuk adanya alat pemilahan ini,” kata Taufiq, Minggu (11/10/2026).
Proses pemilahan menjadi kunci penting lantaran tidak semua sampah dapat langsung masuk ke mesin pembakaran.
Sampah organik serta material yang tidak sesuai peruntukan akan menjadi residu sehingga tetap harus diangkut ke TPA Sambutan. Ketersediaan fasilitas pemilahan di tiap lokasi diharapkan dapat meminimalisasi volume residu akhir.
Tingginya tonase pembakaran di Tani Aman bukan semata dipicu oleh produksi sampah warga sekitar. DLH berkolaborasi dengan mitra lokal yang mengumpulkan sampah dari berbagai sumber, termasuk RSUD IA Moeis dan area sekolah di wilayah tersebut. Pola ini membuat pasokan sampah ke insinerator Tani Aman jauh lebih besar dibandingkan lokasi lainnya.
Sementara itu, fasilitas di kawasan Folder Air Hitam mencatatkan pemusnahan 123,46 ton sampah sejak masa uji coba. Dua unit di kawasan Ring Road I dan II secara gabungan mengolah 178,53 ton sampah.
Adapun rincian kontribusi lokasi lainnya meliputi Baqa sebanyak 78,12 ton, Lempake 61,46 ton, Bukit Pinang 43,86 ton, Handil Bakti 42,56 ton, Simpang Pasir 37,25 ton, dan Jalan Wanyi sebesar 32,05 ton. Secara kumulatif, DLH mencatat akumulasi 301 hari operasi dengan rata-rata pembakaran harian mencapai 2,49 ton.
Selain pemilahan, durasi operasional turut memengaruhi volume pembakaran. Saat ini, mesin insinerator baru dijalankan satu giliran kerja (shift), yakni pukul 09.00 hingga 13.00 WITA. Rencana awal pengoperasian hingga tiga shift belum dapat direalisasikan akibat belum optimalnya pasokan sampah terpilah.
Mengenai keselamatan kerja, Taufiq memastikan para petugas telah dibekali Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar operasional prosedur (SOP).






Pihaknya kini terus mendorong penyediaan sarana pemilahan sampah di setiap lokasi agar proses pemusnahan berjalan makin optimal.
“Keberadaan insinerator ini cukup membantu mengurangi volume sampah yang dibawa ke TPA Sambutan,” tandasnya.
Editor: Erwin


Pusat gempa berada di darat 5 km selatan Pasaman
11 Okt 2026, 17:17:12 WIB • Kedalaman 16 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG