Penutupan jalan diperkirakan berlangsung selama 10 hari hingga pekerjaan utama rampung. Di lokasi proyek, telah terpasang barikade yang menutup seluruh badan jalan, serta rambu petunjuk bagi pengguna jalan.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Loa Janan Ilir Muhammad Dahlan menjelaskan, langkah ini diambil untuk mendukung kelancaran pengerjaan sodetan sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan saat alat berat beroperasi.
“Kita sudah rapat di kantor PUPR bersama Dishub, kontraktor dan Polres dalam rangka pengamanan lalu lintas. Rencananya hari ini pekerjaan untuk membuka sodetan dimulai,” kata Dahlan kepada KoranKaltim.com.
Selama pengerjaan berlangsung, kendaraan roda dua masih dapat melintas melalui jalur khusus yang disiapkan. Sementara itu, kendaraan roda empat diarahkan ke jalur alternatif karena akses di sekitar lokasi pengerjaan relatif sempit dan riskan terganggu aktivitas alat berat.
Pengendara dari arah Samarinda yang hendak menuju Loa Duri dapat melintasi Jalan IA Moeis Hasan melalui simpang Jalan Cipto Mangunkusumo atau via Jalan Kurnia Makmur (Polder Barito). Sebaliknya, pengendara dari arah Loa Duri dapat menempuh rute sebaliknya.
Pihak kecamatan juga meminta kontraktor memasang papan petunjuk arah di sejumlah titik, agar pengendara tidak terlanjur masuk hingga area proyek.
“Kami minta ada penjagaan di antara simpang tiga yang masuk ke Loa Janan. Jangan sampai warga sudah masuk, ketika sampai di lokasi sodetan harus putar balik,” tegasnya.
Pengamanan dan pengaturan lalu lintas melibatkan unsur kontraktor, Dishub, Babinsa serta Bhabinkamtibmas.
Petugas bersiaga mengarahkan kendaraan, sekaligus memberikan informasi kepada pengguna jalan selama pengerjaan berlangsung.
Meski demikian, pengerjaan sodetan tetap berjalan sebelum pintu air dibangun. Timbunan tanah yang digunakan untuk menutup akses tidak akan dibuka sebelum pintu air tersedia, guna mencegah air mengalir langsung sebelum sistem pengendali siap digunakan.
Sementara itu, pihak kecamatan bersama kelurahan dan kepala desa setempat telah menyosialisasikan pengerjaan ini kepada masyarakat.
Dahlan menyebut warga telah menerima rencana tersebut beserta skema rekayasa lalu lintas yang disiapkan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas potensi gangguan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan.
“Kurang lebih 10 hari (penutupan jalan), setelah pekerjaan ini selesai, perlintasan tersebut bisa kembali dilalui,” pungkasnya.
Diketahui, proyek sodetan ini sempat dihentikan sementara oleh Pemkot Samarinda menyusul penolakan warga Desa Loa Janan Ulu, Kukar, yang khawatir pengerjaan tersebut memindahkan potensi banjir ke permukiman mereka.
Masa jeda pengerjaan tidak berlangsung lama. Pada Sabtu (3/10/2026), Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau lokasi untuk merumuskan jalan tengah.
Dalam pertemuan disepakati proyek sodetan tetap dilanjutkan dengan catatan aliran air dikendalikan melalui pintu air yang ditutup selama Sungai Loa Janan Ulu di sisi Kukar belum selesai dinormalisasi.
Editor: Erwin