Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda menggelar aksi di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Samarinda, Jalan Cendana, Rabu (7/10/2026).
2 menit baca8 kali dibaca

Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda menggelar aksi di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Samarinda, Jalan Cendana, Rabu (7/10/2026).
Aksi tersebut digelar untuk mempertanyakan kondisi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta menyoroti antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tepian yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Massa juga melakukan audiensi dengan pihak Pertamina. Pihak mahasiswa meminta penjelasan mengenai distribusi BBM di setiap SPBU di Samarinda, serta pola persebaran dan jumlah penyalurannya.
Kepala Bidang PTKP (Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda) HMI Cabang Samarinda, Muhammad Shefa, mengatakan pihaknya meminta data terkait jumlah dan proses distribusi BBM. Menurutnya, data itu diperlukan guna mengetahui penyebab antrean yang terjadi di sejumlah SPBU.
“Kita menilai persoalan antrean ini tidak bisa langsung disimpulkan hanya disebabkan keterbatasan kuota,” ujar Shefa.
Pihaknya ingin memastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan kuota, fasilitas SPBU, maupun faktor lainnya.
“Berangkat dari data ini kita bisa menjawab apa sebenarnya permasalahan antrean di Kota Samarinda. Apakah karena kuota, fasilitas yang tidak memadai, atau faktor lainnya,” ucapnya.
Namun, dalam audiensi tersebut, diakui Shefa pihak Pertamina belum dapat memberikan data yang diminta. Dia menyebut terjadi perbedaan pemahaman karena Pertamina mengira mahasiswa meminta data distribusi BBM untuk seluruh wilayah Kaltim.
“Padahal, data yang kita minta ini hanya berkaitan dengan distribusi BBM di wilayah Kota Samarinda saja,” katanya.
Maka dari itu, sebelum membubarkan diri pihak HMI memberikan tenggat waktu 3x24 jam kepada Pertamina untuk menyiapkan data yang dibutuhkan tersebut.
“Pastinya kita akan kembali lagi untuk meminta data itu. Kita membutuhkan data tersebut sebelum menawarkan solusi terhadap persoalan antrean di Samarinda,” tegasnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager I Field, Hasanuddin Ritonga, menuturkan pihaknya telah berdiskusi dengan mahasiswa selama hampir satu jam. Berbagai persoalan terkait BBM dan antrean di Samarinda kata dia, disampaikan dalam pertemuan tersebut.
“Terkait permintaan data, kita sebenarnya tidak bisa memberikan seluruh informasi secara bebas, karena terdapat data yang bersifat konfidensial (rahasia),” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya juga masih akan melihat mekanisme yang dapat dilakukan guna menindaklanjuti permintaan dari massa HMI.
Editor: Erwin






466 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 39 km Utara Mbay-Nagekeo
07 Okt 2026, 19:03:42 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG