Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Maraknya aktivitas alat berat yang menopang industri sektor sumber daya alam di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Maraknya aktivitas alat berat yang menopang industri sektor sumber daya alam di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur mengatakan bahwa pemerintah daerah semestinya dapat mengoptimalkan penerimaan dari aktivitas perusahaan yang menggunakan alat berat dalam kegiatan usahanya.
Ia beranggapan jika alat berat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas aktivitas ekonomi perusahaan. Tetapi operasional tersebut juga memiliki dampak terhadap infrastruktur daerah. Terlebih, kendaraan dan peralatan dengan beban besar melintasi jalan yang menjadi fasilitas publik.
“Mereka mengeruk sumber daya alam kita, wajar dong kita minta untuk PAD, karena mereka yang merusak jalan kita juga,” terangnya, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memastikan aktivitas ekonomi yang berskala besar dapat memberikan manfaat yang setara bagi daerah.
Politikus PDI Perjuangan itu juga menyebutkan bahwa alat berat sebagai salah satu sektor yang perlu dimaksimalkan, selain, penerimaan dari bahan bakar yang digunakan perusahaan.
“Contoh tadi, alat berat. Kan orang-orang perusahaan-perusahaan,” ujarnya.
Sebab, Kaltim memiliki sumber daya alam yang besar sehingga aktivitas industri di daerah selayaknya juga menghasilkan perputaran ekonomi yang tidak kecil. Sehingga, potensi penerimaan dari sektor tersebut perlu dipetakan secara lebih optimal.
Ia mencontohkan aktivitas perusahaan yang menggunakan alat berat untuk mengangkut hasil produksi. Beban kendaraan dan alat berat tersebut, kata dia, pada akhirnya turut menggunakan kapasitas jalan daerah.
“Artinya membawa alat berat, BBM itu berapa ton, puluhan ton yang mereka bawa di jalan kita, kapasitas kita. Wajar dong kita minta untuk itu, untuk perbaikan jalan dan segalanya,” katanya.
Penerimaan dari sektor tersebut, kata dia, dapat diarahkan kembali untuk mendukung kebutuhan pembangunan daerah, salah satunya pemeliharaan infrastruktur yang terdampak aktivitas industri.
Kendati demikian, ia berpendapat jika ada aktivitas yang mengambil manfaat besar dari sumber daya alam dan turut berkontribusi dalam kerusakan infrastruktur Kaltim, seyogyanya turut memberikan manfaat bagi daerah.
Editor: Erwin






464 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 9 km Selatan Kodi, Sumba Barat Daya
07 Okt 2026, 14:28:20 WIB • Kedalaman 19 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG