Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan kelalaian dalam tindakan medis pemasangan ring jantung yang disebut menyebabkan kawat atau guidewire tertinggal di pembuluh darah Edianto. Keberadaan benda asing tersebut baru diketahui keluarga setelah Edianto menjalani pemeriksaan lanjutan di Singapura.
Kuasa hukum keluarga Jufri Musa mengatakan, laporan terhadap dokter MF telah resmi dibuat. Untuk tahap awal, pihak yang dilaporkan baru dokter yang menangani tindakan medis tersebut.
“Laporan sudah resmi. Untuk sekarang yang kami laporkan dokter saja. Kalau dalam prosesnya nanti ditemukan ada keterlibatan pihak rumah sakit, tentu akan ditindaklanjuti,” ujar Jufri.
Menurutnya, keputusan menempuh jalur kepolisian diambil setelah berbagai upaya penyelesaian dilakukan keluarga. Namun, rangkaian mediasi hingga pertemuan setelah RDP dinilai belum memberikan kepastian mengenai penyelesaian persoalan tersebut.
Jufri menyebut terdapat pertemuan dengan dokter MF pada 30 September dan 5 Oktober. Namun, keluarga mengaku belum memperoleh penjelasan mengenai hasil pertemuan tersebut.
“Disebutkan ada pertemuan dengan dokter MF pada 30 September dan 5 Oktober. Tetapi hasilnya apa, keluarga tidak mendapatkan penjelasan yang jelas,” katanya.
Selain dugaan kelalaian, keluarga juga menyoroti pembahasan kompensasi sebesar Rp5 miliar yang sebelumnya telah dibicarakan. Hingga batas waktu yang diberikan keluarga, kompensasi tersebut disebut belum direalisasikan.
Jufri juga menyoroti adanya informasi dalam RDP terkait tindakan medis yang dinilai tidak tercatat atau tidak disampaikan secara lengkap dalam rekam tindakan.
“Yang menjadi perhatian kami adalah adanya tindakan yang tidak terkonfirmasi secara jelas dalam rekam tindakan. Termasuk kewajiban memberikan informasi kepada tenaga kesehatan lain yang akan melanjutkan penanganan,” jelasnya.
Sementara itu, Dennis Wongso, anak Edianto, mengaku terpukul melihat kondisi ayahnya. Ia mengatakan keluarga baru mengetahui bagian kawat yang tertinggal lebih panjang dari perkiraan sebelumnya.
“Saya sangat kecewa dan shock. Ternyata bukan hanya dua sentimeter. Yang terlihat 21 sentimeter, ternyata masih ada bagian lain yang tertinggal,” ungkap Dennis.
Menurut Dennis, ayahnya kini masih menjalani perawatan dan harus menjalani operasi bypass. Kondisinya juga belum kembali seperti semula.
“Papa sekarang masih di rumah sakit. Kasihan sekali. Sakitnya luar biasa,” katanya.
Keluarga berharap proses hukum dapat mengungkap fakta mengenai tindakan medis tersebut sekaligus memastikan pihak yang bertanggung jawab memberikan pertanggungjawaban.
Editor: Erwin