Pencarian dilakukan dengan menyisir area perairan serta menurunkan alat research untuk mendeteksi kemungkinan korban yang masih berada di bawah air.
Koordinator Pos SAR Samarinda Aries Setiawan mengatakan, pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WITA. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menurunkan alat research untuk menyisir bagian bawah perairan di sekitar lokasi kejadian.
“Pagi-pagi, jam 7 pagi kami melaksanakan penurunan alat research. Ini karena ada kemungkinan korban terjebak di bawah air,” ujar Aries.
Menurutnya, penggunaan alat tersebut dilakukan setelah tim mempertimbangkan kondisi di sekitar lokasi. Di area pencarian terdapat sejumlah bagian atau ruas di bawah permukaan air yang memungkinkan korban maupun objek lain tersangkut.
Alat research tersebut bekerja dengan sistem penyapuan. Pengoperasiannya dilakukan secara manual oleh personel menggunakan bagian alat yang menyerupai kail untuk menjangkau kemungkinan objek yang berada di bawah permukaan air.
“Research sendiri sistemnya menyapu. Nanti ada model seperti kail yang dioperasikan secara manual oleh personel yang ada di perahu,” jelasnya.
Selain menggunakan alat research, tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi hingga ke sejumlah arah yang dianggap memungkinkan menjadi jalur pergerakan korban.
Pencarian turut dilakukan dengan memanfaatkan pergerakan arus air. Personel menggunakan kapal untuk membuat putaran arus di sekitar titik pencarian. Metode tersebut diharapkan dapat membantu melepaskan apabila terdapat korban atau objek yang tersangkut di bawah air.
“Kalau misalnya ada korban atau objek yang terjebak di bawah, dengan putaran arus itu nantinya objek bisa terlempar dan muncul di tempat lain,” kata Aries.
Dalam pencarian hari kedua ini, operasi melibatkan puluhan unsur gabungan dari berbagai instansi dan relawan. Aries menyebut sedikitnya 26 unsur turut ambil bagian dalam proses pencarian.
“Kurang lebih ada 26 relawan ataupun instansi yang terlibat dalam pencarian hari ini,” pungkasnya.
Editor: Erwin