Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Hampir dua bulan berada di tengah kepulan asap dan panasnya lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi kesehatan para relawan di Samarinda mulai mendapat perhatian.
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Hampir dua bulan berada di tengah kepulan asap dan panasnya lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi kesehatan para relawan di Samarinda mulai mendapat perhatian.
Rabu (7/10/2026) hari ini, sebanyak 100 relawan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis untuk memastikan kondisi mereka tetap terjaga setelah terlibat dalam penanganan karhutla tersebut.
Pemeriksaan kesehatan ini digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda bersama Dinas Kesehatan. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul 08.30–10.30 WITA dan pukul 13.00–15.00 WITA, dengan masing-masing sesi diikuti 50 relawan.
Fernanda, seorang relawan ikut menjalani pemeriksaan kesehatan dan menurutnya hal itu penting karena para relawan selama ini lebih banyak mencurahkan tenaga untuk membantu pemadaman tanpa terlalu memperhatikan kondisi tubuh sendiri. “Pemeriksaan ini penting supaya kami bisa mengetahui kondisi tubuh setelah cukup lama berada di lapangan. Selama bertugas, fokus kami memang membantu pemadaman, sehingga pemeriksaan seperti ini membuat kami lebih sadar untuk tetap menjaga kesehatan,” ujar Fernanda.
Pemeriksaan kesehatan bagi relawan diharapkan tidak hanya dilakukan setelah mereka bertugas dalam waktu cukup lama, tetapi juga menjadi bagian dari perhatian selama penanganan karhutla berlangsung. “Semoga ke depan keselamatan dan kesehatan relawan juga menjadi perhatian utama, karena kami ingin tetap bisa membantu masyarakat dalam kondisi yang sehat,” ucapnya.
Pemeriksaan melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Pampang dan Puskesmas Pembina. Para relawan diperiksa setelah selama bertugas menghadapi paparan asap, panas, serta kondisi medan yang cukup berat.
Ketua Info Taruna Samarinda Joko Iswanto atau yang akrab disapa Jokis mengatakan, pemeriksaan tersebut menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi fisik para relawan yang selama ini terlibat langsung dalam penanganan karhutla.
“Harapannya melalui cek kesehatan ini kami bisa mengetahui kondisi fisik dan kesehatan para relawan. Selama kurang lebih dua bulan mereka terus berjibaku membantu pemerintah kota menangani kebakaran hutan dan lahan di Samarinda,” ujar Jokis.
Jokis mengungkapkan selama dua bulan terakhir terdapat sekitar 15 relawan yang mengalami sesak napas. Selain itu, dua relawan juga mengalami luka saat menjalankan penanganan di lapangan.
“Dari catatan kami, ada sekitar 15 relawan yang mengalami sesak napas. Ada juga dua rekan kami yang mengalami luka-luka. Ini menjadi koreksi dan perhatian bersama bahwa keselamatan serta kesehatan relawan sangat penting saat berada di lokasi kejadian,” tutup Jokis.
Editor: Aspian Nur






463 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 9 km Selatan Kodi, Sumba Barat Daya
07 Okt 2026, 14:28:20 WIB • Kedalaman 19 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG