Korban yang diketahui masih duduk di kelas I SMP itu dilaporkan hilang dari permukaan sungai setelah sebelumnya datang menemui pamannya yang sedang berada di atas kapal. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 Wita, menjelang waktu Magrib.
Pamapta III Polresta Samarinda Aiptu Joko Wahyudi menuturkan, korban awalnya datang ke kapal dan menyampaikan keinginannya untuk mandi. Namun, sang paman meminta korban pulang ke rumah lantaran kondisi di sekitar lokasi listik sedang padam.
“Korban datang ke omnya di atas kapal dan bilang ingin mandi. Namun, oleh omnya disarankan mandi di rumah karena saat itu kondisi sedang mati lampu,” ujar Joko.
Setelah beberapa saat, paman korban kembali melihat kondisi di sekitar kapal. Ia kemudian mendengar suara dari bagian depan kapal. Saat diperiksa, korban ternyata sudah berada di dalam sungai dan terlihat berupaya meminta pertolongan.
“Omnya melihat keponakannya seperti meminta pertolongan,” katanya.
Paman korban sempat mencoba menyelamatkan keponakannya dengan melemparkan tali. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena tali tidak mencapai posisi korban. Kondisi semakin sulit lantaran paman korban diketahui tidak bisa berenang.
Joko menyebut, berdasarkan keterangan saksi, korban masih sempat terlihat mengapung selama kurang lebih lima menit. Setelah itu, tubuh korban kembali tenggelam dan tidak terlihat lagi dari permukaan.
“Diperkirakan kejadiannya sekitar setengah enam sore, sebelum Magrib,” jelasnya.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas gabungan. Kepolisian mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan Basarnas serta Polair untuk melakukan pencarian.
Koordinator Pos Basarnas Samarinda Aries Setiawan mengatakan, operasi pencarian langsung dilakukan setelah laporan diterima. Namun, kondisi malam membuat jarak pandang di sekitar perairan semakin terbatas.
“Untuk proses pencarian saat ini karena jarak pandang terbatas, kami melakukan pendeteksian kedalaman air terlebih dahulu,” kata Aries.
Tim SAR masih mempertimbangkan penyelaman pada malam hari. Jika kondisi tidak memungkinkan, penyelaman akan dilanjutkan Rabu (7/10/2026) pagi.
“Kalau memungkinkan untuk dilakukan penyelaman, kami optimalkan malam ini. Kalau tidak memungkinkan, besok pagi kami turunkan personel untuk penyelaman,” tuturnya.
Hingga saat ini, tim gabungan masih berjibaku menyisir perairan Sungai Mahakam untuk menemukan korban.
Editor: Erwin