Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi sejumlah wilayah di Kota Samarinda hingga awal Oktober 2026.
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi sejumlah wilayah di Kota Samarinda hingga awal Oktober 2026.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, tercatat sebanyak 246 kejadian karhutla dengan total luas lahan terdampak mencapai 608,18 hektare.
Di tengah penanganan darat yang terus berlangsung, dukungan pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing yang sebelumnya dikerahkan di Kota Tepian kini dialihkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke daerah lain.
Kepala Pelaksana BPBD Samarinda Suwarso menjelaskan, unit pemadaman udara tersebut dialihkan untuk memperkuat penanganan karhutla di kawasan Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dinilai mengalami kondisi lebih parah.
“BNPB memandang posisi water bombing maupun OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) itu ada yang lebih parah di samping Samarinda. Kebijakan pemerintah pusat begitu, dari BNPB dialihkan ke sana,” kata Suwarso.
Kendati demikian, BPBD Samarinda terus berkoordinasi agar dukungan pemadaman udara dapat kembali disiagakan di Samarinda. Pasalnya, sejumlah titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau petugas pemadam melalui jalur darat.
Adapun salah satu lokasi yang paling membutuhkan bantuan water bombing berada di kawasan Pelita 8, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan.
Luas area terbakar di lokasi ini telah mendekati 50 hektare. Selain aksesnya yang terbatas, keberadaan lapisan tanah gambut dan endapan batu bara membuat bara api di bawah permukaan kerap kembali menyala meski area atas telah dipadamkan.
Atas dasar itulah, BPBD Samarinda rutin berkomunikasi dengan koordinator pemadaman udara yang beroperasi melalui Bandara APT Pranoto Samarinda.
Data pemutakhiran luasan lahan terbakar serta titik-titik rawan yang tak terjangkau tim darat terus dikirimkan ke BNPB sebagai bahan pertimbangan.
“Itu kita sampaikan terus dengan harapan benar-benar ada kebijakan dari BNPB ada penempatan lagi water bombing di APT Pranoto,” pungkasnya.
Editor: Erwin






229 kali dibaca

115 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 19 km Selatan Kodi
06 Okt 2026, 19:40:21 WIB • Kedalaman 15 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG