Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Capaian SPM Tuberkulosis (TB) di Samarinda hingga akhir September baru mencapai 66 persen, dengan 13.131 terduga TB telah menjalani pemeriksaan dari target 19.909 orang.
2 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Capaian SPM Tuberkulosis (TB) di Samarinda hingga akhir September baru mencapai 66 persen, dengan 13.131 terduga TB telah menjalani pemeriksaan dari target 19.909 orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda Ismed Kusasih menegaskan, pelayanan TB merupakan kewajiban pemerintah daerah. Oleh karenanya, cakupan pemeriksaan terhadap warga yang bergejala atau terduga TB menjadi indikator utama yang terus dipantau.
“SPM TBC itu artinya orang yang terduga TBC yang kita berhasil dilakukan pemeriksaan. Jadi bukannya penderita,” kata Ismed, Minggu (4/10/2026).
Meski capaian SPM TB Samarinda pada 2025 sempat menembus 93 persen, berada di atas rata-rata nasional, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali mendorong percepatan pada 2026 lewat program penelusuran (tracing) untuk memperluas jangkauan penapisan (screening).
“Makanya tahun ini dilakukan tracing TBC. Artinya percepatan untuk melakukan pemeriksaan screening terhadap terduga pasien-pasien TBC,” ujarnya.
Program tracing yang digulirkan sejak 13 Agustus 2026 ini telah terealisasi di 118 lokasi khusus (lokus) per 30 September, dari total target 239 lokus hingga November mendatang. Pada termin pertama, sasaran difokuskan pada 143 lokus atau sekitar 60 persen dari total target.
Pelaksanaannya diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui dua skema, yakni screening gejala yang dilayani 10 petugas, serta screening gejala berlanjut pemeriksaan X-ray yang melibatkan 12 petugas gabungan dari radiografer, nakes puskesmas, kader, hingga pendamping Dinkes.
Selain cakupan SPM, Dinkes Samarinda juga terus mengejar indikator penemuan kasus TB yang baru mencapai 42 persen atau 2.456 kasus dari target 5.855 kasus.
Sementara itu, capaian investigasi kontak tercatat 37 persen dari total pasien yang berobat, sedangkan Terapi Pencegahan TB (TPT) baru diberikan kepada 183 orang atau sekitar 3 persen.
Untuk tingkat keberhasilan pengobatan TB sensitif obat kohort 2025, angka kesembuhan kini berada di posisi 66,65 persen dari target 90 persen dan diproyeksikan masih terus bergerak karena sebagian pasien masih menjalani pengobatan.
Ismed mengimbau masyarakat agar tidak ragu mengikuti rangkaian pemeriksaan jika diarahkan oleh kader maupun petugas puskesmas.
“Program ini gratis. Kalau hasil pemeriksaannya positif, juga nanti akan diberikan obat secara cuma-cuma,” tegasnya.
Tantangan utama di lapangan saat ini terfokus pada keterbatasan tenaga kesehatan yang harus mengawal beberapa program sekaligus, seperti CKG dan SPM lainnya. Kendati demikian, kelancaran kegiatan didukung penuh oleh anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes), termasuk bantuan biaya transportasi bagi peserta.
“Bahkan ada anggaran juga untuk transportasi peserta yang mau diperiksa,” tandasnya.
Editor: Erwin






76 kali dibaca

69 kali dibaca
Pusat gempa berada di darat 40 km utara Ruteng, Manggarai
04 Okt 2026, 17:13:09 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG