Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kekhawatiran sebagian masyarakat terkait kapasitas ruas jalan untuk pengoperasian bus Buy The Service (BTS) di Kota Tepian karena berpotensi menambah kemacetan lalu lintas.
1 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kekhawatiran sebagian masyarakat terkait kapasitas ruas jalan untuk pengoperasian bus Buy The Service (BTS) di Kota Tepian karena berpotensi menambah kemacetan lalu lintas.
Ukuran armada yang digunakan nantinya dinilai dapat disesuaikan dengan karakteristik dan lebar jalan yang tersedia.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengungkapkan, kondisi jalan di Samarinda tidak berbeda jauh dengan kota lain, seperti Balikpapan maupun Banjarmasin yang telah memiliki layanan transportasi massal.
“Artinya baik dari luasan maupun lebar jalannya, saya kira tidak ada masalah,” ungkapnya, Minggu (4/10/2026).
Kehadiran transportasi massal justru menjadi solusi efektif dalam menekan angka kemacetan. Dengan beralihnya masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, kepadatan lalu lintas serta kebutuhan ruang parkir di tepi jalan umum (on-street parking) dapat diminimalkan.
Oleh karena itu, penyesuaian teknis dilakukan pada spesifikasi armada. Bus berukuran besar tidak perlu dipaksakan beroperasi di seluruh koridor, melainkan dapat diganti dengan armada berukuran sedang (medium bus).
“Itu pasti ada teknisnya nanti yang dipersiapkan,” ujarnya.
Pengoperasian BTS disebutnya dapat diterapkan secara bertahap. Pada tahap awal, satu atau dua koridor dapat dijadikan proyek percontohan sebelum dikembangkan ke rute lainnya sesuai evaluasi lapangan.
Komisi III sendiri telah menerima pemaparan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda mengenai pemetaan rute yang disiapkan.
Setelah koridor ditetapkan, fokus berikutnya yakni penyediaan sarana pendukung, seperti halte dan titik pemberhentian (bus stop).
“Itu nanti yang akan diadakan oleh dishub untuk melengkapi fasilitas transportasi massal ini,” katanya.
Legislatif Samarinda menegaskan dukungan penuh terhadap rencana kehadiran transportasi massal ini guna menata laju pertumbuhan kendaraan di Samarinda. Politikus Partai Gerindra tersebut berharap Pemkot Samarinda segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar program bantuan BTS dapat terealisasi pada 2027.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat Pak Wali Kota (Andi Harun) bisa hadir dan bertemu langsung dengan Kemenhub untuk mewujudkan transportasi massal,” tandasnya.
Editor: Erwin






75 kali dibaca

69 kali dibaca

Pusat gempa berada di laut 61 km selatan Kab. Sukabumi
04 Okt 2026, 08:31:56 WIB • Kedalaman 36 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG