Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Masyarakat pengguna jalan poros Samarinda-Anggana harus waspada.
2 menit baca6 kali dibaca

Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Masyarakat pengguna jalan poros Samarinda-Anggana harus waspada.
Pasalnya jarak pandang saat melintas di kawasan itu sangat terbatas dan mulai mengganggu keselamatan imbas kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 16.30 WITA sore tadi.
Asap tebal menyelimuti badan jalan karena karhutla yang terjadi di kawasan Pelita 8 menjalar hingga Pelita 9 Sambutan, Samarinda.
Pantauan Korankaltim.com di lokasi, kepulan asap terlihat memenuhi ruas jalan utama yang menjadi akses masyarakat menuju sejumlah wilayah di Samarinda dan Anggana, Kutai Kartanegara. Kondisi semakin mengkhawatirkan menjelang petang karena pencahayaan alami mulai berkurang.
Sejumlah pengendara masih dapat melintasi ruas jalan tersebut. Namun jarak pandang mulai terbatas sehingga pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan.
Zahra, warga yang melintas dari Samarinda menuju Makroman mengaku cukup terkejut melihat asap sampai menyelimuti jalan dan menyebut kondisi seperti ini baru ditemuinya selama terjadinya rangkaian kebakaran di sejumlah wilayah Samarinda.
“Baru kali ini lihat asap sampai di jalan. Sebelumnya dari Samarinda Seberang juga ada, tapi tidak seperti ini,” ujar Zahra saat ditemui di lokasi.
Kondisi asap sebelumnya lebih terasa di kawasan Samarinda Seberang hingga sekitar Jembatan Mahkota. Namun kali ini kepulan asap justru terlihat jelas di jalur menuju Makroman.
Meski masih bisa dilalui, Zahra mengatakan kondisi tersebut membuat pengendara harus lebih waspada. Ia juga khawatir jarak pandang semakin buruk ketika malam tiba.
“Kayaknya masih bisa lewat, masih kelihatan. Kabut saja begitu. Tapi kalau malam kayaknya enggak kelihatan,” katanya.
Pengawas Bencana Wilayah Sambutan Maulana mengatakan, petugas masih memantau situasi di sekitar lokasi kebakaran, terutama karena waktu mulai memasuki sore menjelang malam.
“Kami masih memantau, mengingat kondisinya magrib dan penerangan terbatas. Asap di mana-mana, jadi kami memutuskan bertahan sejenak sambil menunggu kekuatan penuh untuk mengendalikan api,” kata Maulana.
Titik api disebutnya berada sekitar 150 meter dari sebuah pesantren yang dihuni para santri. Karena itu, petugas turut memperhitungkan kondisi masyarakat yang berada di sekitar titik kebakaran.
Asap yang menyebar hingga jalan utama menjadi perhatian petugas karena dapat mengganggu aktivitas pengguna jalan.
“Untuk jalan utama saat ini dipenuhi asap. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati karena jarak pandang sangat minim,” ujarnya.
Maulana memastikan pemantauan terus dilakukan sembari menunggu kondisi yang memungkinkan bagi petugas untuk kembali memperkuat penanganan kebakaran. Pengendara yang melintas di kawasan tersebut diminta mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika kondisi semakin gelap.
Editor: Aspian Nur






64 kali dibaca


37 kali dibaca
Pusat gempa berada di darat 2 km Barat Kolaka
02 Okt 2026, 18:34:10 WIB • Kedalaman 5 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG