Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kaltim turut berdampak terhadap penyerapan gabah lokal oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).
2 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kaltim turut berdampak terhadap penyerapan gabah lokal oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).
Kondisi tersebut akhirnya membuat pasokan gabah dari petani di daerah ikut mengalami penurunan.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim dan Kaltara Musazdin Said menyampaikan, kekeringan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil panen petani di Kaltim. Kondisi ini kata dia turut berdampak pada penurunan produksi padi di sejumlah wilayah.
Lahan yang kekurangan air membuat tanaman padi tidak dapat tumbuh secara optimal. Bahkan sebagian tanaman berpotensi mengalami kerusakan apabila kekeringan berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.
“Memang saat ini ada El Nino, musim panas atau kekeringan yang berkepanjangan. Ini juga memengaruhi hasil panen petani,” ujar Musazdin.
Penurunan produksi tersebut berdampak terhadap kemampuan Bulog dalam menyerap gabah dari petani lokal untuk memenuhi kebutuhan stok beras di daerah. Kaltim juga belum dapat sepenuhnya mengandalkan produksi beras dari dalam daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Karena itu pasokan dari daerah lain masih menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan beras di Kaltim. Musazdin menyebut, jika hanya mengandalkan serapan gabah dari Kaltim, jumlahnya belum mencukupi kebutuhan.
“Kalau mengandalkan serapan dari Kaltim sendiri, pasti jelas tidak cukup,” ucapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bulog memanfaatkan mekanisme pemerataan stok secara nasional. Beras dari daerah yang memiliki produksi lebih besar didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan.
Sulawesi dan Jawa kata dia, menjadi dua daerah yang memasok beras untuk kebutuhan di Kaltim. Kedua wilayah tersebut, ungkap Musazdin, memiliki produksi yang cukup besar sehingga dapat menyuplai daerah lain.
“Daerah-daerah produksi itu dekat dengan Kaltim, yakni Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Di sana ada kelebihan produksi, sehingga stoknya masuk ke gudang-gudang kami di sini,” jelas Musazdin.
Pasokan dari luar daerah tersebut menurutnya yang kemudian digunakan untuk menjaga ketersediaan stok, termasuk mendukung penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
Editor: Aspian






63 kali dibaca

Pusat gempa berada di darat 2 km Barat Kolaka
02 Okt 2026, 18:34:10 WIB • Kedalaman 5 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG