Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda memberikan perhatian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di lokasi sulit dijangkau petugas.
2 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda memberikan perhatian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di lokasi sulit dijangkau petugas.
Dukungan pemadaman dari udara pun dimaksimalkan dan diarahkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses petugas di darat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, operasi water bombing untuk penanganan karhutla di Kalimantan Timur mendapat alokasi total 100 jam penerbangan. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 jam telah digunakan untuk membantu pemadaman di sejumlah lokasi.
Artinya, masih terdapat sekitar 50 jam operasi yang dapat dimanfaatkan selama dukungan water bombing masih berlangsung. Namun, penggunaan waktu tersebut tetap disesuaikan dengan kondisi titik kebakaran dan jangkauan armada helikopter.
“Water bombing kita dapat 100 jam, bukan per hari, keseluruhan totalnya. Ini mungkin baru terpakai sekitar 50 jam, jadi kita masih punya 50 jam untuk beroperasi di Kaltim,” ujar Suwarso pada Jumat (2/10/2026)
Menurutnya, tidak seluruh wilayah di Kalimantan Timur dapat dijangkau armada water bombing yang saat ini beroperasi. Jangkauan helikopter menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi yang mendapat dukungan pemadaman dari udara.
“Jangkauannya juga enggak sampai ke Berau. Kalau heli itu paling hanya sampai Kubar, Paser, Samarinda, Kutim sebagian,” katanya.
Di Samarinda, salah satu lokasi yang dinilai membutuhkan intervensi dari udara berada di kawasan Irigasi. Suwarso menyebut titik karhutla di kawasan tersebut berada cukup jauh dari akses yang mudah dijangkau tim pemadam melalui jalur darat.
Ia bahkan telah meminta operator water bombing agar kawasan tersebut menjadi sasaran penyiraman sebelum helikopter mengakhiri operasi.
“Nah, ini tadi saya sudah mintakan ke operator water bombing. Karena masih sorti satu, sorti dua, tim masih penanganan di Anggana, saya minta sebelum landing untuk mengakhiri operasi hari ini, saya minta ke daerah Irigasi supaya dilakukan water bombing,” ucapnya
Permintaan itu disampaikan setelah Suwarso mengecek langsung kondisi lokasi. Berdasarkan hasil pengecekan, posisi titik kebakaran berada cukup jauh di dalam sehingga menyulitkan personel melakukan pemadaman dari darat.
“Saya cek langsung kemarin agak jauh di dalam lokasinya. Jadi sulit untuk dijangkau dengan serangan darat,” tuturnya.
Karena itu, dukungan water bombing dinilai menjadi opsi untuk menjangkau area yang sulit didatangi tim pemadam.
“Jadi ini harus serangan udara,” pungkasnya.
Editor: Erwin






42 kali dibaca

Pusat gempa berada di darat 2 km Barat Kolaka
02 Okt 2026, 18:34:10 WIB • Kedalaman 5 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG