Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi mengatakan bahwa langkah tersebut sangat penting untuk mengevaluasi persoalan kelangkaan BBM yang kerap dirasakan masyarakat.
Terlebih, ia meminta Pertamina Patra Niaga untuk memaksimalkan fungsi pengawasan seperti halnya yang dilakukan oleh DPRD Kaltim terkait kelangkaan BBM.
“Kita minta fungsi pengawasannya bisa berjalan baik, kami di DPRD juga melakukan pengawasan melalui rapat dengar pendapat (RDP), supaya kita bisa tahu apa sebenarnya masalah kelangkaan BBM,” tegasnya, Jumat (2/10/2026).
Politikus Gerindra itu menilai persoalan BBM tidak cukup diselesaikan dengan membahas kuota. Tetapi Pertamina dengan pemerintah selayaknya mengevaluasi seluruh rantai penyaluran mulai dari ketersediaan stok BBM hingga distribusi ke masyarakat.
“Pertamina dengan pemerintah harus buka semuanya, bagaimana stok yang ada di Kaltim, bagaimana distribusinya, bagaimana kebutuhan hariannya, bagaimana penyalurannya. Ini yang jadi permasalahan kita semua,” ungkapnya.
Evaluasi dan pengawasan, kata dia, harus dilakukan terhadap mekanisme penyaluran BBM di lapangan. Khususnya berkaitan dengan regulasi yang jelas juga diperlukan agar distribusi berjalan sesuai dengan ketentuan dan tidak menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat.
Kendati demikian, Reza menilai bahwa pihaknya tidak ingin masyarakat dihadapkan dengan masalah yang sama tanpa penyelesaian yang terstruktur sehingga menyebabkan perbedaan persepsi antara masyarakat dan pemerintah, khususnya Pertamina sebagai pihak penyalur.
Ia pun mendorong agar seluruh pihak dapat membuka seluruh data yang ada guna mengentaskan polemik antrean BBM.
“Kita kolaborasi, kita mencari solusi, bukan saling menyalahkan. Tetapi di sini kita ingin keterbukaan semuanya,” tegasnya.
Menurut Reza, evaluasi internal terhadap pelaksanaan distribusi menjadi bagian penting sebelum membicarakan kebijakan lanjutan terkait kuota BBM. Dengan begitu, persoalan yang terjadi di lapangan dapat diketahui secara lebih jelas dan ditangani berdasarkan kondisi sebenarnya.
Editor: Erwin