Kegiatan Festival Literasi Kaltim, berlangsung mulai tanggal 29 Agustus hingga 19 September 2026. Masyarakat yang datang tidak hanya dapat menemukan beragam buku, tetapi juga memperoleh sejumlah potongan harga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim, Rasman Rading, menyampaikan kegiatan tersebut sebenarnya digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim, dengan memanfaatkan fasilitas auditorium milik Dispora tersebut.
“Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan bazar buku saja, tetapi juga dirangkai dengan festival literasi dan workshop,” ujar Rasman.
Dia menilai, kegiatan semacam ini penting untuk terus digelar di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, masyarakat sekarang tidak cukup hanya dibiasakan mengakses informasi melalui gadget.
“Jangan lagi fokus pada gadget, jangan lagi fokus pada informasi yang tidak substansi dan hoaks. Kalau bisa baca buku kan jelas,” ucapnya.
Ia mengatakan, buku tetap menjadi salah satu sumber informasi yang dapat membantu masyarakat memperoleh pengetahuan secara lebih terarah. Karena itu, budaya membaca turut perlu kembali diperkuat, terutama di kalangan generasi muda.
Rasman menyebut, penguatan literasi turut menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul.
“Apalagi hal ini sejalan dengan visi misi bapak Gubernur Kaltim dalam mewujudkan generasi emas,” katanya.
Menurutnya, tantangan literasi saat ini bukan hanya soal ketersediaan buku, tetapi juga bagaimana menarik kembali minat masyarakat agar mau membaca di tengah dominasi konten digital.
Editor: Erwin