Jumlah karya yang masuk dalam kegiatan tersebut jauh melampaui ekspektasi. Kondisi ini menunjukkan tingginya minat sineas terhadap ruang kreatif yang disediakan di Kaltim. Selain berasal dari Benua Etam dan berbagai daerah di Indonesia, peserta Festival Film Akhir Pekan juga datang dari luar negeri karena ada dua film pendek yang berasal dari Brasil dan hal ini dinilainya menjadi tanda festival tersebut mulai mendapat perhatian dari sineas nasional hingga mancanegara.
“Ini bukan berarti anak Kaltim tidak produktif, justru ini menandakan kita diperhatikan oleh provinsi lain karena banyak yang mengikuti,” ujar Faisal usai membuka kegiatan Festival Film Akhir Pekan 2026 Kaltim, Kamis (27/8/2026) tadi. Setelah melalui proses kurasi panitia menetapkan film-film yang masuk nominasi.
Karya-karya tersebut akan diputar mulai hari ini sampai Sabtu besok di Temindung Creative Hub (eks. Bandara Temindung). “Jadi untuk masyarakat umum dipersilakan menyaksikan seluruh film nominasi tanpa dipungut biaya.
Jadwal pemutaran juga sudah bisa diketahui melalui media sosial Festival Akhir Pekan maupun akun resmi Dispar Kaltim,” ucapnya. Film-film yang masuk nominasi akan dibawa ke sejumlah kampus dan sekolah untuk ditonton bersama dan dilanjutkan dengan diskusi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan perfilman sekaligus memperluas ruang apresiasi bagi generasi muda.
“Puncak kegiatan nantinya akan digelar melalui malam awarding besok malam. Para pemenang dari seluruh kategori lomba juga akan menerima penghargaan dan hadiah yang telah kita siapkan,” katanya.
Festival Film Akhir Pekan diupayakan menjadi agenda tahunan. Selain film pendek, kegiatan ini turut menghadirkan lomba fotografi dan vlog, sebagai bagian dari pengembangan subsektor industri kreatif.
“Kami melihat ternyata animonya cukup besar. Ke depan kita akan perbesar promosi dan penjaringan peserta agar kawan-kawan yang memiliki kreativitas bisa mengikuti. Insyaallah kegiatan ini kita laksanakan setiap tahun,” tutup Faisal.
Editor: Aspian Nur