Bantuan tersebut dilepas langsung Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, bersama Wakil Gubernur, Seno Aji, Sekretaris Daerah, Sri Wahyuni, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kaltim. Sebanyak enam truk dikerahkan untuk membawa berbagai kebutuhan pokok serta elpiji.
Rudy Mas’ud menyampaikan, bahwa bantuan tersebut diprioritaskan untuk masyarakat di wilayah Long Apari dan Long Pahangai yang saat ini menghadapi kendala distribusi akibat kondisi akses yang terbatas.
“Di sana aksesnya terbatas dan kami sudah meminta Dinas PUPR, khususnya UPTD yang menangani wilayah setempat, untuk bagaimana caranya akses jalan truk ini bisa sampai ke sana,” ujar Rudy, Senin (17/8/2026).
Ia memastikan, pengiriman bantuan akan mendapat pengawalan dari UPTD Dinas PUPR Kaltim agar distribusi dapat berjalan hingga ke wilayah tujuan. Menurutnya, kebutuhan sembako maupun energi, termasuk bahan bakar dan gas, saat ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat Mahulu.
“Yang jelas hari ini kebutuhan berkaitan dengan sembako, energi, baik bahan bakar maupun gas, menjadi sangat-sangat urgent di sana,” ucapnya.
Selain persoalan distribusi, Rudy juga menyoroti kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kaltim. Dirinya berharap, hujan segera turun guna membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain itu ungkap Rudy, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Balikpapan telah menyiapkan langkah rekayasa cuaca, apabila hingga 22 – 27 Agustus 2026 hujan belum turun. Upaya tersebut kata dia akan menyasar sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan penanganan, termasuk Berau, Kutai Barat dan Kutai Kartanegara.
“Lebih baik kita sibuk untuk mengantisipasi daripada kita memadamkan kebakaran ini karena banyak sekali dampak yang akan terjadi, terutama berkaitan dengan kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kaltim, Ujang Rachmad, menambahkan pengiriman bantuan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang kini tengah menghadapi dampak kekeringan. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berpengaruh terhadap ketersediaan air, tetapi juga aktivitas ekonomi, produksi pangan hingga keterjangkauan kebutuhan pokok.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Mahulu, Pemprov Kaltim ungkapnya telah menyiapkan dua skema, yakni Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran cadangan pangan pemerintah.
“Melalui GPM, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sedangkan bantuan cadangan pangan diberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan,” terangnya.
Adapun bantuan yang dikirim pada tahap pertama jelas Ujang, meliputi 330 sak beras premium kemasan 5 kilogram, 600 paket minyak goreng kemasan 2 liter, serta 1.200 paket gula pasir kemasan 1 kilogram. Selain itu, dikirim pula 720 tabung elpiji 3 kilogram dan 200 tabung elpij 12 kilogram.
Pemprov Kaltim juga menyalurkan cadangan pangan pemerintah berupa 2.400 sak beras kemasan 5 kilogram atau sekitar 9,7 ton. Ujang menyebut jumlah tersebut baru merupakan tahap awal dan bantuan akan kembali disalurkan pada tahap berikutnya sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa persoalan yang kita hadapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita juga tidak dapat berdiri sendiri, diperlukan sinergi antara pemerintah, BUMN, BUMD, dunia usaha dan masyarakat agar setiap program dapat memberikan manfaat,” tuturnya.
Editor: Erwin