Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena berpotensi mengganggu citra pariwisata daerah dan menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung.
Banyak beredar kabar terkait adanya tumpukan sampah di kawasan wisata unggulan tersebut.
Syarifatul mengaku hingga saat ini belum menerima laporan secara rinci mengenai kondisi di lapangan.
Meski demikian, ia memastikan akan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna mencari solusi penanganan yang cepat dan efektif.
Menurutnya, persoalan kebersihan di destinasi wisata merupakan hal yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan kenyamanan pengunjung serta citra daerah sebagai tujuan wisata.
Politisi Golkar itu bakal berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Dinas Pariwisata (Dispar) untuk membahas langkah-langkah penanganannya.
“Jangan sampai persoalan sampah ini memberikan dampak negatif terhadap sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu andalan Kabupaten Berau,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya juga berencana melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Berau.
Politisi dari daerah pemilihan (Dapil) Bontang, Kutai Timur (Kutim), dan Bontang itu menyebut kegiatan monitoring tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi yang terjadi di lapangan sekaligus menghimpun berbagai masukan dari pemerintah daerah maupun masyarakat setempat.
“Hasil dari kunjungan nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan langkah-langkah penanganan yang lebih konkret dan berkelanjutan, khususnya untuk menjaga kualitas lingkungan kawasan wisata,” tutupnya.
Editor: Erwin