Salah satu langkah yang direncanakan adalah pembangunan gudang logistik di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Menurut Ekti, Mahulu masih menghadapi berbagai kendala distribusi akibat kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur. Dampaknya, masyarakat yang tinggal di kawasan pedalaman, khususnya di Long Pahangai dan wilayah sekitarnya, masih kesulitan memperoleh bapok dengan harga yang terjangkau.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh akses transportasi yang sangat bergantung pada cuaca dan musim. Karakteristik wilayah Mahulu yang didominasi jalur sungai serta medan yang berat membuat proses distribusi barang tidak dapat berjalan optimal sepanjang tahun.
Karena itu, pembangunan gudang logistik dinilai penting untuk menjaga ketersediaan stok bahan pokok sekaligus menekan potensi lonjakan harga ketika jalur distribusi mengalami hambatan.
“Pada saat musim hujan, arus sungai menjadi lebih deras dan berisiko dilalui. Sementara ketika musim kemarau, debit air menurun sehingga jalur transportasi sungai juga mengalami hambatan. Kondisi ini berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang,” ujar Ekti, Kamis (25/6/2026).
Dia menjelaskan, jalur distribusi menuju Long Pahangai hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan.
“Salah satu hambatan utama ada pada jalur sungai dari Long Bagun menuju Long Pahangai yang harus melewati tiga riam besar, ini menyulitkan pengangkutan barang dalam jumlah besar,” katanya.
Di sisi lain, akses darat yang tersedia juga belum mampu menjadi alternatif yang efektif. Jalan penghubung sepanjang kurang lebih 100 kilometer masih memerlukan peningkatan kualitas agar dapat mendukung mobilitas logistik secara maksimal, kondisi tersebut menyebabkan biaya distribusi menjadi sangat tinggi.
“Dalam satu kali perjalanan saja, kendaraan jenis pick-up hanya mampu mengangkut sekitar satu ton barang dengan biaya operasional yang mencapai Rp7-8 juta,” tegasnya.
Tingginya biaya angkut ini kemudian berpengaruh pada harga jual berbagai kebutuhan pokok yang diterima masyarakat. Akibatnya, harga sembako di wilayah pedalaman Mahulu sering kali lebih mahal dibandingkan daerah lain di Kaltim, sehingga membebani masyarakat setempat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPRD Kaltim bersama Pemprov dan Pemkab Mahulu merancang pembangunan gudang penyimpanan logistik di Long Pahangai.
“Gudang itu nantinya akan berfungsi sebagai pusat penyimpanan bapok yang dapat dimanfaatkan sepanjang tahun,” bebernya.
Dengan adanya fasilitas ini, stok sembako dapat disiapkan lebih awal saat akses distribusi masih memungkinkan, sehingga pasokan tetap tersedia ketika kondisi cuaca menghambat pengiriman.
“Gudang ini akan menjadi titik distribusi strategis. Barang kebutuhan pokok dapat disimpan dalam jumlah yang cukup sehingga ketersediaannya tetap terjaga baik saat musim hujan maupun kemarau,” pungkasnya.
Editor: Erwin