Suara Masyarakat Penentu Kebijakan, Hasil Survei IHaI jadi Dasar Strategi Pembangunan Samarinda
2 menit baca0 kali dibaca

2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Suara masyarakat kini menjadi satu diantara penentu arah kebijakan pembangunan daerah.
Melalui Survei Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2026, warga Kota Tepian diberi kesempatan menilai secara langsung kondisi keharmonisan lingkungan tempat tinggal mereka, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya hingga keberagaman.
Karena itu Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Samarinda mengajak publik berpartisipasi dalam agenda yang berlangsung mulai 17 Juni hingga 17 Juli mendatang.
Hasil penilaian tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam memperkuat upaya menjaga kerukunan warga, sekaligus menyusun perencanaan berbasis data.
“Kami berharap agenda ini dapat mendorong partisipasi masyarakat untuk aktif menciptakan kerukunan, serta menjadi acuan pemerintah dalam merumuskan kebijakan nasional,” kata Kepala Kesbangpol Samarinda Yosua Laden.
Survei ini dilakukan menggunakan metode self-survey atau pengisian mandiri oleh publik. Guna memperluas jangkauan responden, Kesbangpol Samarinda menggandeng berbagai unsur komunitas dan pemerintah daerah.
Penyebarluasan informasi program dilakukan melalui organisasi kemasyarakatan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), organisasi keagamaan, perangkat daerah, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan. Langkah ini turut melibatkan para ketua RT, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta Tim Penggerak PKK. “Hal ini dilakukan agar partisipasi masyarakat semakin luas,” sebut Yosua.
Dalam pelaksanaannya, IHaI mengukur empat dimensi utama yang menjadi indikator keharmonisan kolektif. Sektor ekonomi memiliki bobot 30 persen, keberagaman 25 persen, sosial 23 persen, dan budaya 22 persen.
Pemetaan tersebut dinilai penting untuk melihat kondisi riil di lapangan, sekaligus menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam menyusun program kerja yang lebih tepat sasaran.
Yosua sangat berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif mengisi instrumen tersebut. Sebab, data yang terkumpul nantinya tidak sekadar menggambarkan tingkat kerukunan warga, melainkan memiliki fungsi krusial untuk jangka panjang.
“Hasilnya akan menjadi dasar penyusunan strategi pembangunan di bidang ekonomi, sosial, dan kebangsaan,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, program nasional ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai bagian dari upaya memetakan kondisi harmoni sosial di seluruh penjuru negeri. Hasil pengukurannya akan menjadi salah satu referensi dalam merumuskan kebijakan strategis.
Editor: Aspian Nur







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG