Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dikembangkan pihak lapas untuk memberikan keterampilan kerja kepada warga binaan selama menjalani masa pidana.
Di area peternakan, warga binaan terlihat rutin membersihkan kandang, memberi makan ternak, hingga memantau kondisi ayam agar tetap sehat dan produktif. Aktivitas itu dilakukan setiap hari di bawah pengawasan petugas lapas.
Wahyu Rahmadi, seorang warga binaan mengaku program tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menumbuhkan semangat positif selama berada di dalam lapas.
“Mengelola ayam ini tiap hari harus diberi makan, minum, vitamin dan kami harus membersihkan kandangnya biar tidak kena virus,” ujar Wahyu.
Warga binaan juga diajarkan mengenali kondisi kesehatan ternak melalui ciri-ciri fisik ayam. Ilmu tersebut diperoleh dari pembinaan dan pendampingan yang diberikan petugas lapas. “Kami bisa melihat ayam itu lagi sehat atau sakit. Kami bisa melihat dari bola matanya, dari kepalanya,” katanya.
Dirinya merasa lebih tenang selama mengikuti kegiatan peternakan dan berharap keterampilan yang diperoleh bisa menjadi bekal setelah bebas nanti.
Sementara Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Samarinda Gunawan mengatakan, program ketahanan pangan terus dikembangkan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan lapas.
“Untuk ketahanan pangan, khususnya di Lapas Kelas IIA Samarinda, perintah dari Kalapas untuk mengembangkan atau membudidayakan lahan yang ada,” sebut Gunawan.
Saat ini, Lapas Samarinda membudidayakan sayuran hidroponik seperti pakcoy, sawi, seledri, dan cabai. Selain itu, terdapat sekitar 2.000 bibit ikan lele serta 50 ekor ayam petelur yang dikelola warga binaan sebagai bagian dari pembinaan keterampilan kerja.
“Pemeliharaan ini kami serahkan kepada warga binaan supaya nantinya setelah masa pidananya selesai, bebas dari sini dia bisa mengaplikasikan kembali,” tutup Gunawan.
Editor: Aspian Nur