Tahun ini, panitia kurban menerima sedikitnya 10 ekor sapi dan lima ekor kambing yang akan didistribusikan kepada masyarakat di berbagai wilayah Samarinda.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid Raya Darussalam Samarinda Farid Wadjdy mengatakan, hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak, mulai masyarakat umum hingga kalangan pengusaha yang rutin menyalurkan kurban melalui masjid tersebut.
“Sudah kita inventarisasi 10 sapi yang akan kita lakukan penyembelihan dan semuanya akan kita bagikan kepada yang berhak menerimanya,” ujar Farid.
Distribusi daging kurban dilakukan melalui pihak kelurahan agar penyalurannya tepat sasaran. Data penerima disiapkan pihak kelurahan berdasarkan usulan RT di masing-masing wilayah.
“Kami melalui kelurahan karena mereka punya data warga yang berhak menerima,” katanya.
Panitia menargetkan distribusi daging kurban tahun ini menjangkau sekitar 1.500 hingga 2.000 warga. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah apabila terdapat tambahan hewan kurban dari masyarakat.
Untuk pelaksanaan penyembelihan, panitia membaginya ke dalam dua lokasi. Sebagian hewan akan dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tanah Merah guna memastikan standar kesehatan dan kelayakan proses penyembelihan.
Sementara sebagian lainnya disembelih secara internal di Madrasah Darussalam Internasional dengan melibatkan tenaga profesional.
Menurut Farid, penyembelihan tiga ekor sapi di lingkungan madrasah sengaja dilakukan sebagai sarana edukasi bagi santri mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban yang baik dan sesuai syariat. Untuk pelaksanaannya, dijadwalkan berlangsung pada hari kedua Iduladha.
“Kami juga ingin memberikan edukasi kepada para santri bagaimana melakukan penyembelihan hewan kurban dan segala macam,” jelasnya.
Sistem pembagian daging tidak menggunakan kupon terbuka, melainkan berdasarkan data penerima yang dihimpun melalui RT dan kelurahan sebelum dikemas oleh panitia masjid.
“Kelurahan yang menyerahkan datanya. Dari RT nanti masuk ke kelurahan, lalu kami siapkan bungkusannya,” tandasnya.
Editor: Erwin